Cerita yang saya tulis ini, awal cerita nya sedikit agak
mengharukan. Tetapi, di akhir cerita ini terdapat cerita yang sangat
membahagiakan bagi pemeran nya. Cerita yang saya tulis ini memang
sedikit berbau pengalaman pribadi saya waktu dulu bersama kekasih saya.
Semoga kalian bisa menerima cerita saya ini. Kalau ada kata-kata yang
kepleset,mohon di maafkan.
Selamat membaca cerita saya !
Jangan Ambil Nyawanya
by:ahmad
“Ahmad ! apa benar kamu mau pindah sekolah?” Tanya ayah nya
Ahmad. “Benar yah,saya ingin sekali pindah sekolah” jawab Ahmad. “Apa
alasan nya kamu mau pindah sekolah?” Tanya ayah nya Ahmad lagi. “Cuma
mencari suasana belajar yang baru aja yah” balas Ahmad. “Kamu mau
sekolah di mana nanti nya?” Tanya ayah Ahmad kembali. “SMAN 1 BANDUNG
yah” balas Ahmad dengan semangat nya.
“SMAN 1 BANDUNG ya ! Eeemmm,kenapa kamu mau sekolah di situ?” Tanya
ayah Ahmad denga tatapan serius. “Pelayanan sekolah di sana sangat baik
yah,orang nya juga pintar-pintar di sana dan saya juga punya teman di
Bandung sana yah. Dia juga sekolah di sana yah” jelas Ahmad. “Oh gitu !
baiklah,nanti saya daftarkan kamu di sana tapi ada satu syarat nya”
kata ayah Ahmad. “Apa an syarat nya yah?” Tanya Ahmad bingung. “Kamu
harus baik-baik di sana dan kamu harus mendapatkan prestasi di sekolah
tersebut,mengerti !” ujar ayah Ahmad. “Mengerti yah ! saya janji akan
menjaga diri saya baik-baik dan bisa mendapatkan prestasi di sekolah
saya yang baru” ujar Ahmad dengan semangat nya.
“Baik lah ! ayah sudah mempersiapkan apartement buka kamu tinggal di
Bandung dan mobil sudah ada di garasi di sana” ujar ayah Ahmad. “Makasih
ya yah” kata Ahmad sambil mencium tangan ayah nya. Pukul 08.00
pagi,Ahmad berada di bandara. Dia lagi menunggu pesawat yang akan dia
naiki tujuan Jakarta-Bandung. Pukul 09.00,pesawat yang di tunggu Ahmad
telah tiba di bandara. Dia bergegas membawa barang nya dan langsung saja
pergi. “Selamat tinggal Jakarta, tunggu aku Bandung” kata nya dalam
hati.
Pukul 11.00,Ahmad sudah tiba di kota Bandung. “Alhamdulillah,akhir nya
sampai juga” kata Ahmad sambil menghela nafas. Dia pun segera menaiki
taksi untuk menuju ke apartement nya. Beberapa jam kemudian, Ahmad
sudah sampai di apartement nya dan dia langsung memasuki apartement nya
tersebut. “Huhh capek nya ! istirahat dulu ah” kata Ahmad langsung
menghempaskan badan nya ke kasur tempat tidur nya. Tiba-tiba,handphone
nya Ahmad berbunyi. Saat dia buka,ternyata ada pesan dari ayah nya.
“Ayah sudah mendaftarkan kamu di SMAN 1 BANDUNG nak. Mulai besok,kamu
sudah bisa sekolah di sana” isi dari pesan ayah nya Ahmad.
Ke esokan hari nya,pagi-pagi sekali Ahmad sudah siap untuk berangkat ke
sekolah baru nya dengan menggunakan kendaraan ninja nya. “SHONICHI di
sekolah baru” kata Ahmad dalam hati dan langsung menjalankan kendaraan
nya. Di tengah perjalanan,Ahmad melihat seorang perempuan yang lagi
terjatuh dari sepeda nya. Ahmad pun langsung menghampiri perempuan
tersebut. Hey !kamu gak papa kan” kata Ahmad sambil membantu perempuan
tersebut bangun. “Gak papa kok ! Cuma berdarah sedikit saja” kata
perempuan tersebut sambil menggenggam siku nya yang berdarah. “Biarpun
berdarahnya sedikit,tapi resiko nya sangat besar ! nanti siku kamu
infeksi lagi. Sini aku obtain luka nya” ujar Ahmad. Ahmad mengambil
obat merah dan perban di dalam tas nya. “Tahan ya” kata Ahmad sambil
meneteskan obat merah ke siku nya perempuan yang terluka. “Aauu sakit
!” kata perempuan itu kesakitan. “Maaf ya ! tinggal aku perban lagi ya”
kata Ahmad sambil memerbani siku perempuan tersebut.
“Selesai juga ! gimana,masih sakit gak?” Tanya Ahmad. “Masih sih,tapi
rada berkurang rasa sakit nya” balas perempuan tersebut. “Ya udah,aku
pergi sekolah dulu ya” kata Ahmad pamit. “Iya ! makasih ya udah nolongi
aku” kata perempuan tersebut berterima kasih. “Sama-sama” kata Ahmad
dan dia langsung menjalankan motor nya. “Siapa ya cowok itu,orang nya
sih baik,cakep dan perhatian ! Kok gue jadi penasaran gini sih” ujar
perempuan tersebut dalam hati.
Perempuan itu pun kembali mengayuh sepeda nya. Beberapa menit kemudian,
Ahmad telah sampai di sekolah nya yang baru. Saat dia mau memarkirkan
kendaraan nya, semua siswa/siswi mata nya tertuju pada kehadiran Ahmad
yang ingi memarkirkan motor nya. Saat membuka helm nya,semua siswi yang
berada di sekolah tersebut berteriak saat melihat wajah tampan nya
Ahmad. Ahmad pun tidak memperdulikan semua siswa/siswi yang memandangi
dia. “Ahmad kan?” Tanya Seorang siswa di sekolah tersebut. “Iya ! loe
siapa ya?ko tau nama gue” Tanya Ahmad bingung. “Masa loe lupa sama gue
sih ! Gue nara bro.teman sd loe dulu” kata Nara mengingatkan
“Oh,Nara ! iyaiya,gueingatloe. Gimanakabarloe Nar?” kata
Ahmad berjabattangan. “Baik-baikajabro !Ngomong-ngomong,kenapaloeada di
sekolahsini?” Tanya Nara bingung. “Guemausekolah di
siniNar,biasamencarisuasanabaru” balas Ahmad. “Owh,gitutoh” kata Nara
singkat. “Eh Nar,loe tau gak di manaruangkepalasekolah?” Tanya Ahmad.
“Tau lah !Sini,ikutgue” ujar Nara.
Tiba-tiba,adaseseorang yang memeluk Ahmad
daribelakangdansontakmembuat Ahmad terkejut. “Hey !apa-apa an
ini,tolonglepaskan” kata Ahmad. “IhAhmad !kokkamugitusihsamaaku” kata
cewektersebut yang berhentimemeluk Ahmad. “Cleo !kamusekolah di
siniya?” Tanya Ahmad. “Yaiyalah Ahmad sayang !Kenapakamuada di
sini,kamumausekolah di siniyasayang?” Tanya Cleo sambilmenggoda.
“IyaCleo,akumausekolah di sini ! Tapi,janganpanggilakusayang dong Cleo !
kitakanCumateman” kata Ahmad mengingatkan.
“IhAhmad !waktusmpdulukamu paling
senangakupanggilsayang,kokkamuberubahsih” kata Cleo kembalimemeluk
Ahmad lagi. “AduhCleo !sudangdonkmeluknya,gaksopan tau di liatbanyak
orang” ujar Ahmad inginmelepaskankanpelukan Cleo. Cleo pun
melepaspelukannyake Ahmad denganwajahcemberut. “Oh iyaCleo
!kenalin,initemanakuwaktusddulunamanya Nara” kata Ahmad memperkenalkan
Nara pada Cleo. “Hay,gue Nara ! salamkenal” “Gue Cleo”.
“SudahduluyaCleo,akumaukeruangkepalasekolahdulu,by” kata Ahmad
meninggalkan Cleo.
Tiba-tibadatang 3 orang cewekmenghampiri
Cleo.Merekabertigaadalahtemanakrab Cleo di sekolahini. “Hay Cleo
!Cowoktadipacarkamuya?” Tanya Stella. “BukanStel
!Diatemanakuwaktusmpdulu” balas Cleo yang masihcemberut. “Gila
!cakepbangettemankamuitu Cleo. Pengendehjadipacarnya” kata
Vedengangenitnya. “Hahaha !NgarepluVe. Manamungkindiamaujadipacarkamu”
ejekKinal.
“Selamajanurkuningbelummelingkar,akumasihbisamendapatkancintanyadonk”
kata Ve. “Sudah-sudah,kalianjangangbertengkar” kata Stella.
“Eh all !kalianliat Melody gak? kokdaritadidiabelumdatangjuga” kata
Cleo sambilmelihat jam tangannya yang menunjukan jam 07.15.“Iyaya
!kokdiabelumdatangjuga” kata Ve. “Nah !tuh orang nyabaruajadatang” kata
Kinal. Melody pun telahsampai di
sekolahnyadanlangsungmemarkirkansepedanya. “Hay Melody
!kokbaruajadatangsih?” Tanya Cleo.
“Maafteman-teman,tadiCumaadasediktmasalahajadi jalan” balas Melody.
“LohMel !adaapadengansikukamu? Kok di perban” kata Stella.
“Di jalantadiakujatuhdarisepedaStel,tapiadamalaikat yang
telahmenolongaku” ujar Melody. “Wowww,siapatuh orang nya Mel?” Tanya
Ve. “Ada deh,pengen tau aja” kata Melody.
“Sudah-sudah,ayokitamasukkelasnantitelatlagi” kata Kinal. “Ayo” ajak
Cleo.
Di tempatlain,Ahmadsudahberadadidepqanruangankepsek. “Eh Mad
!guemasukkelasduluya” kata Nara. “IyaNar !makasihyaudahanteringue” kata
Ahmad. Melody,Cleo,Ve,Kinaldan Stella sudahsampai di kelasnya.
Beberapamenitkemudian,seorang guru memasukikelastersebut yang di
belakangnya di ikutiolehseorangsiswabaru. Semuasiswi yang berada di
kelastersebutterpesonamelihatwajahsiswabarutersebut“Mohonperhatiannyaanak-anak
! dikelaskitakedatangansiswabaru. Nak
!tolongperkenalkandirimupadateman-temankamu” kata bu guru tersebut.
“Hay teman-teman, Perkenalkannamaaku AHMAD CHRIST KURNIAWAN atau kalian
semuabisapanggilaku Ahmad saja. Asalsayadariibukota Jakarta.Akuharap
kalian bisamenerimaaku di kelasinidanmaubertemandenganaku” ujar Ahmad.
“Eh Cleo !itukantemankamu yang tadi” ujar Stella. “LohAhmad !Dia di
kelasini” kata Cleo denganwajah ceria. “Yaampun !Cakepbangetnihcowok”
kataVe.
“Ternyata cakep juga ya temannya Cleo. Eh Mel !ada siswa baru tuh” kata Kinal.
“Hah !inikancowok yang tadinolongiaku” kata Melody. “What !yangbenar
Mel” kata Kinal seakan tidak percaya. “Iyakin
!Tadi saat saya jatuh dari sepeda,dilah yang nolonginakudanmengobatilukaku”
kata Melody. “Anak-anak !apaada yang maubertanyakepada Ahmad?” tanyabu
guru tersebut. Dengancepatnya,Vemangancungkantangannyatinggi-tinggi.
“Sayabu” kata Vemengancungkantangannya. “IyaVe !kamumaunanyaapa” kata
bu guru. “Ahmad !kamusudahpunyapacarbelom?” Tanya
Vedengangenitnya.Semuasiswa/siswi yang berada di
kelastersebutmenyorakiVe. “Sudahanak-anaksemuanyadiam !Ve,
apa-apansihkamu.Kalaumaubertanya,pertanyaannya yang benardonk” kata bu
guru memarahiVe.
“Iyabu” kata Vemalu. “Ada yang maubertanyalagi?” Tanya bu guru.“Sayabu”
kata Melody mengancungkantangannya. “IyaMelody !maunanyaapa” kata bu
guru mempersilahkan. “Eeemmm,kamucowok yang tadinolongiakukan?
makasihyasudahnolonginakutadi” kata Melody malu-malu. “Iya,sama-sama”
kata Ahmad singkat. “Nah nak Ahmad kamubolehduduksekarang !kamududuk di
sampingnya Melody ya” kata bu guru. “Iyabu” kata Ahmad. Cleo pun
terkejut,karenabu guru menyuruh Ahmad duduk di sampingnya Melody
bukaduduk di sampingnya. “Hay Mel !gimanadengansikukamu?
Apamasihsakit?” Tanya Ahmad.
“Alhamdulillah Mad,sekarang udah baik kan” balas Melody.
“Syukur deh kalau gitu ! Ga papa kan aku duduk di samping kamu?” Tanya
Ahmad. “Gak papa kok Ahmad” balas Melody malu-malu. “Cie..cie..cie
Melody ! Kok muka nya memerah” ejek Kinal yang duduk di bangku belakang
nya. “Ih Kinal,apa-apan an sih” kata Melody yang muka nya semakin
memerah. “Tuh mika nya semakin memerah ! Jangan-jangan Melody” “Hey !
kamu bisa diam gak saat belajar” ujar nya memperingatkan dengan nada
yang sopan. “Iya,maaf !” kata Kinal menunduk. “Kasian deh di marahin”
ejek Melody.
Bel istirahat pun berbunyi,kini saat nya seluruh
siswa/siswi di perbolehkan beristirahat. “Hay Ahmad sayang ! kita ke
kantin yuk” ajak Cleo pada Ahmad. “Loh ! kok kamu kenal sama Ahmad
Cleo?” Tanya Melody. “Iya Mel ! Ahmad ini teman smp ku waktu dulu”
balas Cleo. “Cleo ! aku kan sudah bilang sama kamu,jangan panggil kata
sayang lagi ke aku” kata Ahmad memperingatkan. “Ya udah deh ! aku kan
Cuma bercanda aja” kata Cleo.
“Aku mau ke kantin sendiri aja” ujar Ahmad. “Kok kamu gak ngajak aku
sih Ahmad?” kata Cleo. “Gak usah ! aku ingin sendiri” balas Ahmad. Ahmad
pun meninggalkan Cleo dan Melody di kelas. “Mel ! kita ke kantin yuk?
Ve,Stella dan Kinal udah pada ke kantin tuh” ajak Cleo. “Ayo” kata
Melody singkat. Saat Ahmad berjalan menuju kantin,banyak sekali siswi
menggoda dia. Tetapi, Ahmad cuek aja. Banyak sekali siswi-siswi yang
terpesona pada nya karena gaya nya yang keren dan wajah yang sangat
sempurna,
“Hay Ahmad ! sini” teriak Nara yang sedang duduk di kantin. “Gila loe
Nar ! banyak banget loe makan nya” kata Ahmad. “Terserah gue donk !
perut-perut gue” ujar Nara. “Dasar loe Nar ! dari dulu sampai sekarang
gak berubah” ujar Ahmad. “Hahaha ! gak makan loe Mad?” Tanya Nara
sambil menyantap makanan ringan nya. “Gak Nar ! gue masih kenyang”.
Tiba-tiba,3 siswi datang menghampiri mereka. “Hay Ahmad ! lagi ngapain
nih?” Tanya Ve. “Eh,kalian bertiga ! lagi santai aja nih” balas Ahmad.
“Cia elah ! 3 perawan datang deh” ucap Nara.
“Apa an sih loh Nar ! ganggu kita aja lu” ucap Kinal. “Iya nih si
tukang makan ganggu melulu ! gak boleh ya kami bertiga dekat dengan
Ahmad?” Tanya Stella. “Ya gak papa sih ! Tapi, dia kan gak mau di
ganggu oleh 3 perawan seperti kalian” ejek Nara. “Heh ! diam lu Nar !”
kata Ve mengancam. “Hay Cleo,Melody ! sini” kata Kinal memanggil. “Wah
ternyata kalian di sini ya ! Ahmad pun juga ada” kata Cleo yang
langsung duduk di samping nya Ahmad. Melody pun gak kebagian tempat
duduk di karenakan sudah penuh. “Yah,kursi nya penuh ! kamu duduk di
mana Mel?” Tanya Kinal. “Gak papa ! aku duduk di lain aja” kata Melody
langsung pergi mencari tempat duduk.
“Ahmad ! kamu gak makan ya?” Tanya Cleo sambil membelai rambut nya
Ahmad. “Gak Cleo ! aku masih kenyang” balas Ahmad sambil menjauhkan
tangan Cleo dari rambut nya. “Bener,kamu masih kenyang ! jangan bohong
donk Ahmad sayang” kata Cleo yang kini memeluk Ahmad. “Cleo,lepasin !
Sudah berulang kali aku memperingatkan kamu,jangan panggil sayang lagi
ke aku. Emang nya aku pacar kamu apa” ucap Ahmad yang emosi. Ahmad pun
pergi meninggalkan meninggalkan Nara,Ve,Kinal,Stella dan juga Cleo di
meja kantin.
Cleo pun langsung duduk dengan lesu dan mata nya mulai berkaca-kaca.
“Maaf kan aku Ahmad ! aku sudah membuat mu marah besar kepada ku. Kamu
gak tau apa yang telah ku rasakan. Dari dulu,aku ingin sekali menjadi
kekasih kamu tapi,aku gak bisa mengatakan nya karena takut kalau kamu
menolak nya.” Kata Cleo menangis. Cleo pun pergi meninggalkan mereka
berempat di meja makan dan Cleo pergi entah ke mana.
Melihat kejadian tersebut,Melody juga pergi. Di taman belakang,terlihat
Ahmad sedang duduk di sebuah kursi berwarna putih bersih. Dia sedang
menatap indah nya bunga-bunga yang ada di taman tersebut. “Indah sekali
pemandangan nya” kata Ahmad dalam hati. Tiba-tiba,Ahmad di kejutkan
oleh kedatang Melody. “Hay Ahmad ! kamu lagi ngapain sih?” Tanya Melody
yang langsung duduk di samping nya Ahmad. “Lagi menikmati pemandangan
aja Mel” balas Ahmad sambil tersenyum.
“Aku kalau lagi galau atau gak mood ! pasti aku pergi ke sini,karena
kalau terus memandang bunga-bunga nya indah itu galau atau pun gak mood
ku hilang” ujar Melody. “Wah,benar kah Mel ! Eh Mel,mau gak kamu
menutup kamat kamu sebentar aja?” Tanya Ahmad. “Buat apa Ahmad,kenapa
mata ku di tutup segala?” Melody kembali bertanya. “Ada deh pokok nya !
tutup dulu ya mata kamu sebentar aja kok,gak lama” kata Ahmad memohon.
“Iya deh” kata Melody langsung menutup mata nya. Ahmad pun memetik
setangkai bunga mawar dan dia langsung memakai kan nya di telinga kanan
Melody. “Sudah Mel ! ayo bika mata nya” kata Ahmad. “Loh ! kok bunga
mawar nya ada di telinga ku” kata Melody bingung. “Kamu cantik deh
kalau bunga nya di telakan di telinga kamu” kata Ahmad. “Ah ! yang
benar” kata Melody malu-malu. “Coba aja kamu ambil cermin dan berkaca
lah” kata Ahmad. Melody mengambil cermin yang berada di saku celana
nya. “Gimana,cantik kan” kata Ahmad.
“Ih Ahmad jangan terus-terusan bilang aku cantik donk ! kan aku malu”
kata Melody mencubit tangan nya Ahmad. “Cie Melody malu ! kalau kamu
terus-terusan malu,nanti kamu bertambah cantik loh” ujar Ahmad menggoda.
“Ahmad ! sudah ah, Jangan menggoda aku terus ! awas ya !” kata Melody
yang ingin mencubit Ahmad. “Gak kena ! gak kena ! kalau berani, sini
kejar aku” ejek Ahmad. “Awas ya kamu Ahmad ,kalau dapat ku cubit kamu”
kata Melody mengejar Ahmad. Tiba-tiba, saat Melody mengejar Ahmad tak
sengaja kaki nya tersandung batu yang ada di depan nya. Dengan
cepat,Ahmad pun menangkap Melody dan seketika mereka jatuh bersama
dengan keadaan Melody di atas dan Ahmad berada di bawah. Wajah mereka
sangat dekat. Dan seketika itu pun,wajah nya Melody memerah.
Cleo tidak sengaja lewat di taman tersebut dan juga tidak
sengaja melihat Ahmad yang lagi di tindih sama Melody. “Apa ! Apa yang
sedang mereka perbuat di sana” kata Cleo kaget. Cleo pun langsung
menghampiri mereka berdua. “Ahmad,Melody ! apa yang sedang kalian
perbuat?” Tanya Cleo. Ahmad dan Melody pun langsung terkejut atas
kehadiran Cleo. “Kami tidak melakukan perbuatan apa-apa Cleo, Ku mohon
jangan bilang sama siapa-siapa ya kejadian ini” kata Melody gugup.
“Tapi ada…..” Tiba-tiba bel berbunyi menandakan seluruh siswa dan siswi
masuk kelas.
“Aku duluan ya Cleo” kata Melody yang langsung pergi
meninggalkan Ahmad dan Cleo di taman. Ahmad masih dengan tiduran di
taman tersebut. Cleo menghampiri Ahmad yang sedang tiduran dan ikutan
juga tiduran di samping Ahmad. “Apa yang kamu lakukan bersama Melody
tadi Ahmad?” Tanya Cleo. “Gak melakukan apa-apa” balas Ahmad. “Kamu
bohong” kata Cleo. “Bohong gimana?” Tanya Ahmad bingung. “Bukti nya,
Tadi Melody nindihin kamu” kata Cleo. “Melody hampir saja jatuh dan aku
langsung menangkap nya” kata Ahmad meyakinkan. Cleo hanya diam saat
mendengar perkataan Ahmad.
Ahmad bangkit dari tidur nya. “Aku duluan ya” kata Ahmad langsung pergi
meninggalkan Cleo sendirian. Cleo meneteskan air mata nya. “Seandainya
aku bisa memiliki kamu Ahmad ! Aku sangat-sangat bersyukur sekali
kepada yang maha kuasa” kata Cleo dalam hati. Di saat pulang sekolah,
Ve,Kinal dan Stella selalu nongkrong di parkiran. Mereka sedang asyik
ngobrol. “Eh Kin, besok ulang tahun nya Melody ya?” Tanya Stella. “Iya
Stel ! Besok dia ulang tahun yang ke 20” balas Kinal. “Eeemmm,gimana
kalau kita rayain ulang tahun nya Melody, Gimana? Setuju gak?” kata Ve.
“Setuju” ujar Kinal dan Stella serentak.
Tiba-tiba Ahmad dan Nara datang ke parkiran untuk mengambil motor nya.
“Gila ! Ada tiga bidadari turun di parkiran” ejek Nara. “Gila lu Nar !
Datang-datang sudah bikin rebut” kata Kinal marah. “Sudah Nar ! kamu
ini kebiasaan dah,selalu mengejek mereka” ujar Ahmad. “Eh Ahmad ! kamu
tau gak kalau besok hari ulang tahun nya pacar kamu?” Tanya Stella.
“Ulang tahun pacar ku ! siapa ya?” kata Ahmad bingung. “Siapa lagi
kalau bukan Melody” kata Ve. “Hahaha ! ada-ada aja kalian ! jadi
bener,besok ulang tahun nya Melody?” Tanya Ahmad. “Iya Ahmad !
Gimana,kalau kita rayain?” kata Kinal.
“Wah,ide bagus tuh ! di mana merayain nya?” Tanya Nara. “Eeemmm !
gimana,di sekolahan aja ! sekalian aku mau ngasih surprise buat dia”
kata Ahmad. “Cie cie cie ! ada yang jatuh cinta nih” kata Nara. “Apa-apa
an sih lu Nar” kata Ahmad menjitak kepala Nara. “Ide bagus tuh Ahmad”
kata Kinal. “nanti sore kita ke sini lagi ya ! kita bikin rencana
supaya ulang tahun Melody besok menjadi ulang tahun nya yang terindah”
Kata Ahmad. “Oke !” kata Nara,Kinal,Stella dan Ve.
Di saat perjalanan pulang, Ahmad mendapati Melody sedang duduk di depan
halte. “Mel ! kamu belum pulang ya?” Tanya Ahmad menghampiri Melody.
“Iya Ahmad ! Dari tadi bus nya gak datang-datang juga” balas Melody.
“Gimana kalau ku antar kamu pulang?” Tanya Ahmad. “Gak usah deh
Ahmad,nanti ku merepotin kamu” kata Melody menolak. “Gak papa kok Mel !
Ayo sini ku antar” kata Ahmad sambil menarik tangan Melody. “Beneran
aku gak ngerepotin kamu Ahmad?” Tanya Melody. “Gak kok Mel ! Sudah,ayo
naik” kata Ahmad.
15 menit kemudian, Ahmad sudah sampai di kediaman nya Melody. Rumah
yang sederhana tapi pemandangan nya sangat asri dan sejuk. Di halaman
nya di tumbuhi bunga mawar. “Makasih ya Ahmad sudang antar ku pulang”
kata Melody, “Sama-sama Mel” ujar Ahmad. Tiba-tiba terlihat seorang
anak kecil datang menghampiri Melody. “Kakak sudah pulang ya? Ayu
kangen banget sama kakak” kata Ayu sambil memeluk Melody. “Kakak juga
kangen sama kamu dek” kata Melody membalas pelukan Ayu. “Siapa kak
cowok ini? Pacar kakak ya?” Tanya Ayu. “Bukan sayang, ini teman sekolah
kakak” balas Melody.
“Ini adik kamu ya Mel?” Tanya Ahmad. “Iya Mad ! ini adek ku yang paling
cerewet” kata Melody. “Ih kakak ! aku gak cerewet tau” kata Ayu
ngambek. “Hahaha ! kakak Cuma bercanda kok sayang,gitu aja marah sih”
kata Melody mencubit pipi nya Ayu. “Hay Ayu ! kenalin,nama kakak Ahmad”
kata Ahmad memperkenal kan diri pada Ayu. “Nama saya Ayu kak ! boleh
tau kakak orang Indonesia atau jepang?” Tanya Ayu. “Kakak asli orang
Indonesia Ayu” balas Ahmad. “Oh ! kirain orang jepang asli” kata Ayu
tertawa. “Ayu mau permen gak?” Tanya Ahmad. “Mau banget kak ! mana
permen nya” kata Ayu. “Nih,permen lollipop buat kamu” kata Ahmad sambil
memberikan permen. “Makasih ya kak Ahmad permen nya” kata Ayu
kegirangan. “Kakak boleh minta dikit gak dek?” Tanya Melody. “Gak boleh
! kakak kan udah besar,masa masih saja makan permen” kata Ayu meledek.
“Ya sudah ! aku mau balik pulang dulu ya” kata Ahmad. “Gak mampir dulu
ka ke rumah Ayu?” Tanya Ayu. “Lain kali aja ya Yu ! soal nya kakak
hari ini lagi ada acara”. Ayu pun tertunduk sedih.
“Kok cemberut sih Yu?” Tanya Ahmad. “Kakak sih gak mau ke
rumah Ayu” kata Ayu. “Iya deh,kakak mampir ! Tapi sebentar aja ya” kata
Ahmad. “Beneran kak? Asyikkkk ! Ayo kak masuk !” kata Ayu sambil
menarik tangan Ahmad. “Ayu ! Ayu !” kata Melody dalam hati. “Selamat
datang di rumah ku kak ! maaf ya,rumah nya sedikit kecil” kata Ayu.
“Gak papa Yu” kata Ahmad. “Kak Ahmad duduk dulu sebentar ! Ayu mau
bikini minuman dulu ya” kata Ayu. “Makasih Yu ! Maaf sudah merepotkan”
kata Ahmad.
Melody pun juga ikutan duduk. “Maaf ya Ahmad ! rumah ku
kecil” kata Melody sedikit malu. “Oh,ga papa kok Mel ! aku malah merasa
nyaman lagi” ujar Ahmad. “Kok kamu sangat perhatian sekali sama anak
kecil Mad?” kata Melody. “Dari dulu aku sangat suka nya nama nya anak
kecil,soal nya mereka imut-imut” kata Ahmad. Ayu pun datang membuatkan 3
gelas teh hangat buatan nya. “Ini teh nya ! maaf sudah menunggu lama
kak Ahmad” kata Ayu. “Gak papa kok Yu” ujar Ahmad.
Selama 1 jam berada di rumah nya Melody,Ahmad pun ingin segera pulang.
Ahmad langsung menjalankan motor nya untuk pulang tetapi dia malah
pergi balik ke sekolahan karena dia sudah ada janji sama ke empat teman
nya untuk membuat kejutan ulang tahun buat Melody besok. Di malam
hari,Melody sedang sibuk memasak dengan di bantu oleh adik nya karena
sebentar lagi ayah dan ibu nya pulang. Beberapa saat kemudian,tiba-tiba
melody memegang dada kiri nya.
Dan saat itu pulang Melody merasa kesakitan. Melihat Melody
kesakitan,Ayu pun panic dan bertanya kepada kakak nya. “Ada apa kak ?
Kenapa dengan dada kakak?” Tanya Ayu panik. “Kakak juga gak tau dek,
Tiba-tiba dada kakak sakit sekali” kata Melody meringis kesakitan. Ayah
dan Ibu Melody pun datang. Mereka terkejut Melihat Melody tersungkur
sambil terus memegang dada kiri nya. “Ada apa dengan kakak mu Ayu?”
Tanya Ibu panik. “Ayu juga gak tau bu” balas Ayu tiba-tiba menangis.
“Kenapa dengan dada mu nak?” Tanya Ayah. “Melo juga gak tau Yah,
Tiba-tiba dada nya Melo terasa sangat sakit sekali. Tiba-tiba Melody
pun pingsang di pelukan Ibu nya.
“Mel,sadar Mel !”kata Ibu semakin panik. “Kita bawa ke rumah sakit aja
bu” kata Ayah. “Iya yah ! Ayo” ujar Ibu. Melody pun dengan cepat di
antar ke rumah sakit terdekat. Di saat menunggu di luar,Ayu
terus-terusan menangis. “Sayang ! kamu jangan nangis lagi ya,Kak Melody
gak kenapa-napa kok” kata Ibu menenangkan. “Betul kata Ibu mu sayang !
kak Melody ga papa ! Ayu berdoa ya sama allah,semoga kak Melody sakit
nya cepat sembuh” kata Ayah. “Iya Yah ! Ayu akan terus berdoa sama
allah semoga kak Melody gak sakit lagi” ujar Ayu.
Dokter pun keluar dari ruang UGD dan langsung menghampiri orang tua
Melody. “Kalian orang tua nya Melody?” Tanya Dokter tersebut. “Iya dok !
saya Ayah nya Melody ! Gimana keadaan anak saya dok?” Tanya Ayah.
Lebih baik kita bicara empat mata di ruangan saya,mari !” ujar Dokter.
“Silahkan duduk pak” kata Dokter. “Eeemmm,gimana kondisi anak saya
dok?” Tanya Ayah penasaran. “Eeemmm,mungkin ini adalah berita yang
tidak enak buat bapak dan keluarga” kata Dokter. “Maksud dokter apa?”
kata Ayah semakin penasaran.
“Anak anda terkena kanker jantung yang sangat ganas ! kemungkinan
kanker tersebut semakin lama semakin membesar dan bisa membahayakan
keselamatan anak anda” ujar Dokter. “Astagfirullah ya allah ! apakah
bisa di sembuhkan dok?” Tanya Ayah meneteskan air mata. “Kemungkinan
masih bisa sembuh dengan mengangkat kanker tersebut yang berada di
jantung anak anda di lakukan dengan operasi dan di tambah donor darah
karena kanker tersebut semakin lama semakin membesar akibat
terus-terusan menyedot darah nya anak anda” jelas Dokter.
Ayah Melody pun terdiam mendengar cerita dokter tersebut karena anak
nya terkena kanker jantung yang sangat ganas. Ayah Melody pun keluar
dari ruangan tersebut. “Yah,apa kata dokter tadi?” Tanya Ibu penasaran.
“Anak kita terkena penyakit kenker jantung Bu” kata Ayah.
“Astagfirullah ya allah kenapa engkau memberikan cobaan kepada anak ku”
ujar Ibu menangis. Ayu pun berlari menuju ruangan UGD di mana kakak
nya sedang di rawat. “Kak Melo ! bangun dong kak”kata Ayu menangis.
Ayu terus-terusan menangis melihat kakak nya terbaring
lemas. “Ayu janji kak,Ayu akan selalu menjaga dan merawat kakak sampai
sembuh” ujar Ayu. Ayu di hampiri ke dua orang tua nya. “Sayang ! kita
pulang yuk” ajak Ibu. “Ayu gak mau pulang bu,Ayu pengen menjaga ka Melo
di sini” ujar Ayu. “gak takut kamu sendirian menjaga ka Melo?” Tanya
Ibu. “Gak bu !” balas Ayu. “Iya deh,nanti Ibu suruh pembantu ke sini
sekalian jaga kamu dan kak Melo” ujar Ibu.
Beberapa menit kemudian,seorang pembantu memasuki ruang
Melody di rawat. “Non Ayu ! ini bibi bawain pakaian untuk non”kata
pembantu tersebut. “Makasih ya bi ! Bibi tolong jagain kak Melody
ya,Ayu pengen cari makanan untuk kak Melody” kata Ayu. “Iya non” ujar
si pembantu. “Akhir nya selesai juga ! semoga besok menjadi hari
terindah buat Melody” kata Ahmad yang langsung menjalankan motor nya.
Di perjalanan,Ahmad melihat di Ayu di pinggir jalan. Ahmad pun langsung
menghampiri Ayu.
“Ayu ! sedang ngapain kamu di sini?” Tanya Ahmad. Tiba-tiba Ayu
langsung memeluk Ahmad sambil menangis. “Kenapa kamu nangis Ayu?” Tanya
Ahmad bingung. “Kak Melo kak” ujar Ayu yang semakin keras nangis nya.
“Kenapa dengan Melo Yu?” Tanya Ahmad semakin bingung. “Kak Melo masuk
rumah sakit kak” kata Ayu. “Apa ! sekarang antar kan kakak ke rumah
sakit tersebut” kata Ahmad kaget. “Iya kak” ujar Ayu. Ahmad dan Ayu
sudah sampai di rumah sakit. “Ikuti Ayu kak” ajak Ayu.
Mereka sudah sampai di ruangan di mana Melody sedang di rawat. Ahmad
melihat Melody yang sedang terbaring lemas di ranjang tersebut. Ahmad
pun mendekati Melody. “Kenapa kamu begini Mel? Apa yang sedang terjadi
sama kamu?” ujar Ahmad sambil menangis. Ahmad menggenggam tangan Melody
dengan erat sekali. “Yang sabar ya ka Ahmad” kata Ayu yang juga
menangis. “Yu ! Kak Melo sakit apa?” Tanya Ahmad. “Eeemmm ! Tapi,kakak
jangan syok ya saat mendengar nya” kata Ayu.
“Cepat kasih tau kakak Ayu !” kata Ahmad dengan suara lantang. “Kak
Melody terserang penyakit kanker jantung kak” kata Ayu. Saat mendengar
nya, Ahmad pun langsung tersandar lemas di dinding ruangan tersebut. Ayu
pun langsung menghampiri Ahmad dan memeluk nya. “Kak Ahmad yang sabar
ya ka ! kita hanya Cuma berdoa pada tuhan saja agar dia mengabulkan doa
kit aka” kata Ayu yang terus-terusan menangis. “Ayu ! kamu jangan
nangis lagi ya? Kamu tau gak di mana musholah yang dekat dengan rumah
sakit ini?” Tanya Ahmad. “Di belakang rumah sakit ini ada di sediakan
musholah kak” balas Ayu.
Ahmad pun langsung bangkit. “Ayu ! kakak minta kamu jaga kak Melo
sebentar ya” kata Ahmad. “Iya ka” kata Ayu. Ahmad keluar dari ruangan
tersebut dan langsung menuju musholah. Sesampai di sana,Ahmad langsung
berwudhu. Selesai berwudhu,Ahmad masuk dan langsung melaksanakan sholat
isya berjamaah. Selesai sholat Ahmad berdoa pada Allah. *Ya Allah !
Kenapa engkau berikan sebuah penyakit kepada seorang gadis yang tidak
berdosa ya Allah. Ku mohon hilang kan lah penyakit nya itu ya Allah.
Tolong JANGAN AMBIL NYAWA NYA ya Allah. Ambil saja nyawa ku ya Allah.
Dia tidak pantas menerima penyakit itu dan yang pantas hanya lah aku ya
Allah. Hanya satu pinta ku ya Allah Tolong hilangkan lah penyakit yang
sedang di derita nya* Itu lah kalimat demi kalimat yang di panjatkan
Ahmad saat berdoa.
Ahmad selesai dengan doa nya. Sampai di sana Ahmad menemui Ayu dan
seorang pembantu yang lagi makan. ‘Eh kak Ahmad ! sini kak kita makan
bersama” ajak Ayu. “Terima kasih Ayu ! kakak mau pulang dulu yak an
besok kakak mau sekolah” kata Ahmad berpamitan. “Ok deh kalau gitu !
hati-hati ya ka” kata Ayu. Di apartement,Ahmad sedang memandang
langit-langit yang penuh dengan bintang yang sangat indah dan bulan
purnama yang sangat terang. “Sinar bulan yang sangat mempesona di malam
hari di tambah bintang kecil kelap-kelip yang indah” kata Ahmad dalam
hati.
Ke esokan hari nya, Ahmad pergi ke sekolah dengan hati yang gundah dan
tidak bersemangat. Sesampai di sana,Nara pun langsung menghampiri Ahmad
yang lagi memarkirkan moor nya. “Hay bro ! Akhir nya datang juga lu !
Udah siap kan acara nya/ teman yang lain dah pada nunggu tuh ngasih
surprise pada Melody” kata Nara. “Acara nya kita batalin aja Nar” kata
Ahmad. “Loh,kenapa di batalin Mad acara nya? Dan kenapa wajah kamu
pucet banget hari ini ! kamu sakit ya” kata Nara. “Gak Nar ! Aku lagi
gak bersemangat aja ber sekolah” kata Ahmad meninggalkan Nara.
“Terus,sama Melody gimana Mad?” Tanya Nara. “Melody gak masuk sekolah
hari ini” balas Ahmad. Tiba di dalam kelas, Cleo,Ve,Kinal dan Stella
melihat Ahmad dengan wajah pucat nya. “Ahmad ! kenapa kamu pucat banget
hari ini?” Tanya Cleo yang langsung menghampiri Ahmad. “Kurang enak
badan aja Cleo” balas Ahmad. “Terus ! Acara buat Melody gimana Mad?”
Tanya Kinal. “Acara nya kita batalin saja” balas Ahmad. “Kenapa di
batalin acara nya?” Tanya Ve. “Melody tidak bisa masuk hari ini” balas
Ahmad. “Kenapa melody gak masuk Mad?” Tanya Stella penasaran. “Melody
masuk rumah sakit” balas Ahmad.
“Apa ! Melody masuk rumah sakit” kata Nara,Cleo,Ve,Stella
dan Kinal serentak. “Sakit apa Melody sampai-sampai masuk rumah sakit
Mad?” Tanya Cleo. “Kau gak usah tau deh Cleo” balas Ahmad yang pergi
meninggalkan mereka. “Ayo lah bro ! mungkin kita semua bisa membantu”
ujar Nara. “Betul tuh kata Nara Mad ! kata kan saja, mungkin kami bisa
membantu” ujar Kinal lagi. “Oke ! Melody terserang kanker jantung” kata
Ahmad. “Apa ! kanker jantung” ujar Mereka serentak.
Saat mendengar omongan Ahmad tadi,Mereka semua lemas dan
terduduk lesu. “Ya Allah ! kenapa kau berikan penyakit itu pada Melody
ya Allah” kata Kinal menangis. “Dari mana kamu tau Mad kalau Melody
terserang penyakit itu?” Tanya Cleo. “Cerita nya panjang banget Cleo”
balas Ahmad yang sekarang meneteskan air mata. “Bro ! gimana kalau kita
meminta sumbangan kepada seluruh siswa/siswi di sekolah ini untuk
Melody?” kata Nara. “Betul juga tuh kata Nara” ujar Ve. “Iya deh !
semoga aja ini bisa membantu bayar pengobatan nya Melody” kata Ahmad.
Pada waktu istirahat,Mereka memintai sumbangan kepada semua murid di
sekolah tersebut untuk pengobatan Melody. Semua guru juga ikut
memberikan sumbangan untuk melody. Selesai memintai sumbangan,Mereka
lalu berkumpul di kantin dan menghitung hasil sumbangan mereka tadi.
“Semua nya berapa Ve?” Tanya Ahmad. “Saat aku hitung tadi,uang yang
terkumpul sebesar Rp 5.650.000,00” kata Ve. “Alhamdulillah ! banyak
juga ya uang yang terkumpul” kata Nara. Kemudian Ahmad pergi
meninggalkan mereka di kantin. “Ahmad ! mau kemana kamu?” Tanya Cleo.
“Aku mau ke keluar sebentar” kata Ahmad.
10 menit kemudian,Ahmad pun kembali ke kantin tersebut. “Dari mana lu
bro?” Tanya Nara. “Ini uang sebesar Rp 100.000.000,00 untuk pengobatan
Melody” kata Ahmad. “Ahmad ! dari mana kamu dapat duit sebanyak ini?”
Tanya Cleo penasaran. “Tadi saya minta sama ayah saya sebanyak 50 juta
dan 50 juta nya lagi dari simpanan saya di bank” kata Ahmad. “Nih 5
juta” kata Ve memberikan uang kepada Ahmad. “Kamu juga nyumbang Ve?”
Tanya Ahmad. “Iya donk ! Melody kan teman aku” ujar Ve. Nara
mengeluarkan uang sebesar 10 juta,Stella 10 juta,kinal 25 juta dan Cleo
48 juta. Semua uang yang mereka kumpulkan adalah sebesar Rp
194.650.000,00. “Banyak banget uang nya” kata Kinal senang. “Iya !
Semoga aja uang ini dapat membantu biaya rumah sakit nya Melody” ujar
Ahmad tersenyum lebar.
“Nanti besok pagi kita menjenguk Melody ya? Sekalian memberikan uang
ini untuk melody” ujar Ahmad. Di pagi hari, Ayu masih tertidur pulas di
samping kakak nya yang masih belum sadarkan diri. Tiba-tiba tangan
Melody sedikit agak bergerak dan kelama-lamaan mendarat di rambut Ayu.
Ayu pun sontak terkejut dan langsung bangun. “Loh,kenapa tangan kak
Melody di rambut aku” kata Ayu heran. Tiba-tiba Melody membukakan mata
nya. “Kak Melo ! kak Melo sudah sadar ya” kata Ayu langsung memeluk
Melody. Melody pun bangun. “Kakak ada di mana nih Dek?” Tanya Melody.
“Kakak sedang berada di rumah sakit kak” balas Ayu. “Ayah sama Ibu mana
Dek?” Tanya Melody lagi. “Eeemmm,mungkin mereka lagi ada di rumah !
Sebentar Ayu telpon dulu ya” kata Ayu langsung menelpon kedua orang tua
nya. Beberapa menit kemudian,kedua orang tua Melody datang. “Akhir nya
kamu sudah sadar nak” kata Ibu langsung memeluk Melody. “Kami semua
kangen sama kamu nak” ujar Ayah Melody. “Melody juga kangen sama
Ibu,Ayah dan Ayu” kata Melody. Tiba-tiba dokter memasuki ruangan
tersebut. “Nak Melody sudah sadar ya? Syukur deh ! Sekarang dokter mau
meriksa kondisi kamu ya” kata Dokter tersebut. “Dok ! saya boleh nanya
gak dok?” Tanya Melody. “Tanya apa nak Melo” kata Dokter. “Kalau boleh
tau,saya masuk rumah sakit ini karena penyakit apa ya dok?” Tanya
Melody. Doter itu pun langsung terdiam ketika Melody menanyakan
penyakit yang di derita nya.
“Nak Melo terserang penyakit kanker jantung” balas Dokter tersebut.
“Apa ! kanker jantung ! maksud nya apa dok?” kata Melody bingung. “Di
jantung nak Melo terdapat sebuah kanker yang melekat di sana” kata
Dokter menjelaskan. Melody pun langsung meneteskan air mata nya di saat
dokter mengatakan di jantung nya melekat sebuah kanker. “Apa bisa di
sembuhkan dok?” Tanya Melody. “Eeemmm,mungkin bisa nak Melo” balas
Dokter. “Gimana cara nya dokter ! cepat kasih tau saya dok” kata Melody
memohon sambil menangis. “Dengan cara di operasi dan meminta sekarela
darah kepada orang yang sama dengan darah kamu” ujar Dokter.
Melody pun terdiam sejenak. “Dok ! kalau boleh tau berapakah biaya
untuk operasi anak saya dok?” Tanya Ayah Melody. “Sekitar 100 juta pak”
balas dokter tersebut. Dokter itu pun keluar dari ruangan tersebut.
“Kakak yang sabar ya” kata Ayu memeluk Melody. “Mungkin umur kakak
tidak panjang lagi Dek” kata Melody kembali menangis. “Kak Melo jangan
begitu donk ! kak Melody harus sabar menerima ujian dari yang maha
kuasa” kata Ayu menangis. “Betul kata Ayu nak ! Kamu harus sabar !
mungkin yang di atas lagi memberi cobaan supaya kamu lebih sabar
menjalani nya” ujar Ibu Melody.
Tepat pukul 10 pagi,Melody sedang duduk di taman yang berada di
belakang rumah sakit tersebut. Tiba-tiba ada seorang laki-laki
menghampiri Melody. Lelaki tersebut langsung menutup mata nya Melody.
“Siapa ini ! tolong lepasin” kata Melody berontak.
Lelaki tersebut tidak ternyata adalah Ahmad. “Tolong lepasin
tangan mu dari mataku,cepat! Kalau tidak lepasin saya gigit nih” kata
Melody. Ahmad pun terus menutup matanya Melody dengan erat. Tiba-tiba
Melody berhasil melepaskan tangan lelaki tersebut dari mata nya dan
langsung digigit oleh Melody tangan lelaki tersebut.
“Aaauuuwww,sakittt!” kata Ahmad kesakitan. Keras nya gigitan Melody
membuat lengan kanan Ahmad sobek dan mengeluarkan banyak darah. Saat
menoleh kebelakang, Melody terkejut melihat lelaki yang menutup matanya
tadi dengan tangan yang berlumuran darah dan ternyata lelaki itu
adalah Ahmad.
“Astaga,Ahmad! Maaf ya,aku gak sengaja buat tanganmu
berdarah gini” kata Melody langsung mendekati Ahmad. Dari
kejauhan,Nara,Cleo,Stella,Kinal dan Ve juga menghampiri Ahmad.
“Astaga,Ahmad! Eh Mel,lu gila ya ! tangan nya Ahmad sampai sobek gini
bekas gigitan lu” kata Cleo marah. “Maaf ! akau gak sengaja Cleo” kata
Melody meneteskan air mata. “Sudah,aku gak mau dengar omongan lu lagi!
Sebaiknya kita bawa Ahmad ke dalam,agar mendapat pertolongan” kata
Cleo.
Nara merangkul Ahmad dan masuk kerumah sakit tersebut untuk mencari
dokter. “Dok ! tolongin teman saya dok ! tangan nya sobek” kata Nara
teriak. Seorang suster pun datang menghampiri mereka berdua. “Kenapa
dengan teman anda” Tanya suster. “Ini sus,tangan nya sobek! Cepetan
bantu teman saya sus” kata Nara. “Iya ! ayo cepat” ujar suster.
Sementara itu, Cleo,Stella,Ve,Kinal dan Melody masih berada di halaman
tersebut. “Mel! Gue gak habis piker,lu tega-teganya berbuat hal
criminal kepada Ahmad” kata Cleo. “Aku kira,tadi penculik Cleo! Maka
nya aku berontak dan menggigit tangan nya! Dan ternyata bukan si
penculik,malahan Ahmad” ujar Melody menjelaskan.
“Sudah! Aku gak mau dengerin perkataan lu lagi Mel! Aku kira kamu itu
baik,tetapi hati kamu tersimpan duri yang sangat tajam” kata Cleo. Cleo
pun meninggalkan Melody dan tiga teman lain nya di taman. Seketika itu
Melody menangis. Dia menyesali perbuatan nya karena sudah membuat
Ahmad terluka parah di lengan kanan nya. “Kamu yang sabar ya Mel” kata
Kinal memeluk Melody. “Aku merasa sangat bersalah Kin!” kata Melody
menangis di pelukan kinal. “Kamu gak bersalah kok Mel! Ini Cuma
kejadian yang tak terduga aja” kata Kinal menasehati. “Tapi,aku sudah
membuat Ahmad terluka” kata melody. “Ahmad sedang di tangani oleh pihak
rumah sakit Mel! Kita berdoa saja semoga Ahmad tidak kenapa-napa” ujar
Nara menghampiri Mereka berempat.
Di ruang medis,Ahmad di tangani oleh dokter. Ahmad mengalami luka sobek
yang sangat parah. Ahmad mendapat 5 jahitan di lengan kanan nya. Cleo
menunggu di luar agar menegetahui keadaan nya Ahmad. Dokter pun keluar
dari ruangan tersebut. “Dok! Gimana keadaan Ahmad? Apa di baik-baik
saja?” Tanya Cleo khawatir. “Teman kamu gak papa kok,Cuma luka sobek
aja” balas dokter tersebut. “Syukurlah! Boleh kah saya menengok nya
Dok?” Tanya Cleo. “Oh,boleh! Silahkan” kata dokter memperbolehkan.
Tak lama berselang Melody dan ke empat teman nya mendapati dokter yang
keluar dari ruangan tersebut. Mereka langsung menghampiri dokter itu.
“Dok! Gimana Keadaan teman saya?” Tanya Melody. “Teman anda baik-baik
aja,Cuma sedikt luka sobek aja di lengan kanan nya. “Syukurlah! Bolehkan
saya nengok nya dok?” Tanya Melody lagi. “Silahkan” balas dokter.
“Ahmad ! kamu gak papa kan?” Tanya Cleo. “Gap papa kok” balas Ahmad.
“Syukur deh kamu gak kenapa-napa,aku sampai-sampai khawatir loh sama
kamu” kata Cleo. “Eh Cleo ! Melody kemana sih?” Tanya Ahmad yang
mengejutkan Cleo. “Eeemmm,aku gak tau ! mungkin udah pulang kali” balas
Cleo berbohong. Tiba-tiba,pintu terbuka dan ternyata Melody dan ke
empat teman nya. “Ahmad!” panggil Melody. “Melody!” balas Ahmad. Melody
langsung memeluk Ahmad dengan erat nya.
“Maafin aku ya Ahmad sudah membuat lenganmu terluka” kata Melody
menangis. “Kamu gak salah kok Mel,sebenar nya aku yang salah” kata
Ahmad sambil membelai rambut Melody. “Beneran kamu gak apa-apa?” Tanya
Melody. “Gak Mel! Aku baik-baik aja” balas Ahmad tersenyum. Wajah nya
Ahmad dan Melody sangat dekat. Membuat muka nya Melody kembali memerah.
Melihat kejadian itu,membuat Cleo marah. Tiba-tiba,Cleo menarik Melody
dari pelukan nya Ahmad dan langsung mendorong Melody dan membuat
Melody terjatuh tersungkur dan langsung pingsan di tempat. Melihat
Melody yang jatuh dan pingsan,Ahmad langsung menghampiri Melody yang
tergeletak. “Mel! Bangun Mel”.
Ahmad pun langsung membawa Melody ke ruang ICU untuk
mendapatkan perawatan. Ahmad tidak diperbolehkan masuk oleh seorang
suster dan harus nunggu di luar. Nara,Cleo,Ve,kinal dan Stella datang
menghampiri Ahmad yang terduduk lesu. “Lu yang sabar ya?” kata Nara.
Ahmad pun hanya membalas dengan senyuman saja. Cleo menghampiri Ahmad
dan duduk di samping nya. “Mad ! kamu marah ya?” Tanya Cleo. Ahmad hanya
diam tidak mmenjawab pertanyaan Cleo. “Maaf ya,tadi aku mendorong
Melody sampai jatuh pingsan” ujar Cleo. “Kak Ahmadddd” teriak anak kecil
dari kejauhan. “Ayu” kata Ahmad. Ayu pun berlari dan langsung memeluk
Ahmad.
“Ayu kenapa kesini?” Tanya Ahmad. “Kenapa sama ka Melody kak?” Tanya
Ayu. Tiba-tiba kedua orang tua Melody juga datang. “Ayu ! kakak mu
sekarang di mana?” Tanya Ibu. “Kata nya sedang di rawat di ruang ICU bu”
balas Ayu. Tiba-tiba Ayah Melody menarik Ahmad dan langsung memukul
tepat di wajah Ahmad. Seketika itu pun Ahmad langsung terjatuh. “Kamu ya
yang telah membuat membuat anak saya jatuh pingsan?” Tanya Ayah marah.
“Bukan saya om,saya yang sudah mengantarkan nya ke ruang ICU” balas
Ahmad kesakitan.
Tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruangan tersebut. Kedua orang tua
Melody beserta Ayu menghampiri dokter tersebut. “Dok ! gimana dengan
anak kami dok?” Tanya Ayah. “Anak bapak baik-baik saja kok” balas
dokter. “Alhamdulillah ! kami boleh lihat dia dok?” Tanya Ibu. “Iya
silahkan ! tapi,jangan sampai dia keluar dari ruangan lagi ya” ujar
dokter. “Kenapa dok?” Tanya Ayah. “Tadi Melody keluar dari ruangan nya
dan Melody ditemukan pingsan di sebuah ruangan. Syukur lah tadi anak
seorang anak yang cepat membawa Melody ke ruang ICU” ujar dokter.
“Baik lah dok ! terima kasih” kata Ayah. “Sama-sama” kata dokter. Kedua
orang tua Melody bersama adik nya masuk melihat kondisi Melody. “Ayu pun
langsung memeluk kakak nya. Beberapa menit kemudian, Melody telah
sadar. “Kakak ! akhir nya kakak sadar juga” kata Ayu senang. “Iya dek !
eh Papah Mamah,kapan kalian datang?” Tanya Melody. “Saat dokter
menghubungi kami,bahwa kamu pingsan kami langsung ke sini melihat
kondisi kamu nak” Tanya Ayah.
Tiba-tiba Melody bangun dan ingin keluar. “Mau kemana kamu nak?” Tanya
Ayah menghalangi. “Melo mau mencari Ahmad yah” balas Melody. “Kamu
jangan keluar ruangan dulu nak,kondisi kamu masih belum stabil” kata
Ayah memegang tangan Melody. “Nak ! Ahmad itu siapa?” Tanya Ibu
penasaran. Tiba-tiba,dokter memasuki ruangan tersebut bersama Ahmad.
“Ahmad lah yang membawa nak Melody ke ruangan ICU ini bu” ujar dokter.
Ayah Melody kaget karena anak yang bernama Ahmad ialah anak yang tadi di
pukul oleh ayah Melody. Melihat Ahmad berada di ruangan tersebut,
Melody langsung lari dan langsung memeluk Ahmad. “Gimana kondisi kamu
Mel?” Tanya Ahmad sambil membelai rambut Melody. “Baik-baik saja Ahmad !
aku kangen kamu” ujar Melody. “Aku juga Mel” kata Ahmad. Ahmad pun
melepaskan pelukan dari Melody. Melody kaget melihat pipi nya Ahmad
bengkak dan berdarah. “Kenapa pipi kamu Ahmad?” Tanya Melody kaget. “Oh !
tadi ku terpleset di WC terus pipi ku terbentur dinding WC” kata Ahmad
berbohong. “Beneran ! kok kaya nya habis kena pukul orang” kata Melody
penasaran. Tiba-tiba Ayah Melody datang menghampiri mereka berdua. Ayah
Melody memeluk Ahmad karena merasa bersalah memukul nya. “Maafkan Om ya
Ahmad tadi Om mukul wajah kamu?” kata Ayah. “Gak papa kok Om” kata
Ahmad. “Apa ! Ayah memukul Ahmad” kata Melody kaget.
“Iya nak ! Ayah tadi memukul Ahmad. Ayah kira Ahmad ini lah yang membuat
kamu pingsan” ujar Ayah. “Kalian tenang saja ! Ahmad tadi sudah saya
obati” ujar dokter. “Sekali lagi Om minta maaf ya Nak Ahmad” kata Ayah.
“Iya Om ! saya sudah memaafkan Om” ujar Ahmad. “Oh iya pak Melody !
semua biaya pengobatan Melody di rumah sakit ini sudah lunas pak” ujar
dokter. “Apa ! sudah lunas ! saya kan belum sepenuh nya melunasi biaya
anak saya dok” kata Ayah bingung.
“Siapa dok orang yang sudah rela melunasi biaya pengobatan anak kami?”
Tanya Ibu. “Ahmad lah yang sudah membantu melunasi pengibatan nya nak
Melody” ujar dokter. “Apa ! beneran nak Ahmad kamu yang melunasi biaya
pengobatan melody?” Tanya Ibu. “Iya Tante ! saya lah yang sudah melunasi
biaya pengobatan nya Melody di rumah sakit ini” ujar Ahmad. “Dapat dari
mana kamu uang itu nak Ahmad?” Tanya Ayah. “Sebagian dari uang saya dan
sebagian dari saya memintai sumbangan sama teman-teman di sekolah” ujar
Ahmad.
“Alhamdulillah ! terima kasih ya Nak Ahmad,kamu sudah membatu anak saya”
kata Ayah. “Iya ! sama-sama Om” kata Ahmad. “Makasih ya Ahmad ! selama
ini kamu sudah banyak sekali membantu aku dan keluarga ku” kata Melody.
“Iya ! sama-sama Mel” kata Ahmad singkat. “Gimana cara nya aku membalas
kebaikan kamu Ahmad?” Tanya Ahmad. “Hanya satu Mel ! kamu selalu
tersenyum dan jangan sakit lagi ya” ujar Ahmad. Melody tersenyum dan
langsung memeluk Ahmad dengan erat nya.
“Cie cie ! Erat banget sih kak meluk nya” ejek Ayu. Ahmad pu
melepaskan pelukan nya dengan wajah memerah begitu juga dengan Melody.
Tiba-tiba Ayu dengan cepat langsung memeluk Ahmad dengan erat nya.
“Makasih ya kak Ahmad sudah nolongin kakak saya” kata Ayu. “Iya dek Ayu
! sama-sama” ujar Ahmad tersenyum. “Ih dek Ayu ! cari-cari kesempatan
terus” kata Melody ngambek liat adik nya memeluk Ahmad. “Emang nya gak
boleh kak ? Eeemmm, kak Melo cemburu ya” kata Ayu.
“Ih ! Ngapain kakak cemburu” ujar Melody yang muka nya
semakin memerah. “Kalau gak cemburu, kenapa dari tadi muka nya merah
terus ! habis makan cabe ya kak” kata Ayu tertawa. “Ih ! Awas ya Ayu”
kata Melody ingin menjewer telinga Ayu. “Ayo,sudah ! kalian ini udah
gede,masa bertengkar terus” kata Ahmad melerai. “Alhamdulillah ya pah !
Melody kelihatan sangat bahagia dengan anak lelaki tersebut meskipun
Melody menyimpan penyakit ganas di dalam tubuh nya” ujar Ibu. “Iya bu !
semoga aja Melody behagia bersama lelaki itu” kata Ayah.
“Sekarang ! nak Melody kembali lagi ya ke ruangan nya? Biar bisa
beristirahat lagi” ujar dokter menyarankan. Ahmad pun mengantar kan
Melody ke ruangan nya lagi. “Nah,Mel ! sekarang kamu istirahat dulu ya”
kata Ahmad. “Kamu mau kemana Ahmad? Kamu mau pulang ya?” Tanya Melody.
“Iya Mel,aku mau pulang ! hari kan sudah malam” kata Ahmad. “Plissssss
! Jangan pulang ya ! temenin aku disini” ujar Melody memegang erat
tangan Ahmad.
“Disini kan masih ada kedua orang tua mu dan adik mu si Ayu Mel” kata
Ahmad tersenyum. Melody pun melepaskan tangan Ahmad dengan wajah sedih.
“Aku janji deh Mel ! Besok aku akan nengok kamu lagi ke sini” ujar
Ahmad memegang erat kembali tangan Melody. Wajah Melody pun kembali
ceria. “Janji ya?” kata Melody. “Janji” ujar Ahmad tersenyum. Melody
pun memeluk Ahmad dengan erat nya. Ahmad pun membalas pelukan Melody.
“Aku pulang dulu ya Mel” kata Ahmad pamit. “Iya ! Hati-hati ya” ujar
melody. Ahmad pun melepaskan pelukan nya.
“Selamat tidur BIDADARI SURGAKU” kata Ahmad. Saat mau melangkah kan
kaki nya mau pulang, Ahmad di panggil oleh Ayah nya Melody. “Kamu mau
pulang ya Ahmad?” Tanya Ayah Melody. “Iya Om saya mau pulang ! besok
saya masih sekolah” balas Ahmad tersenyum. “Ahmad ! apakah kamu mau
bantu Om?” Tanya Ayah Melody serius. “Bantu apa ya Om?” Tanya Ahmad
penasaran. “Kamu mau kan,menjaga anak Om sampai kapan pun” ujar Ayah
Melody. “Maksud nya si Melody ya Om” kata Ahmad.
“Iya Ahmad ! kamu mau kan selalu berada di samping nya? Om pengen lihat
dia selalu bahagia selalu meskipun dia memiliki penyakit ganas di tubuh
nya ! Om mohon” ujar Ayah Melody. “Akan saya usahain Om selalu berada
di samping nya Melody di saat dia senang maupun lagi duka ! Saya janji
Om” ujar Ahmad dengan yakin nya. “Makasih ya Nak Ahmad ! Om pegang
janji kamu” ujar Ayah melody. “Iya Om ! saya mau pulang dulu ya Om”
kata Ahmad pamit sambil mencium tangan Ayah nya Melody. “Iya !
hati-hati di jalan ya nak” kata Ayah Melody.
Ke esokan hari nya, Ahmad berangkat sekolah dengan semangat dan penuh
keceriaan. Sesampai nya di kelas, Ahmad di sambut oleh sahabat nya
Nara. “Hay bro ! Gila,ceria banget lu hari ini ! berhasil menembak
Melody ya” ujar Nara. “Belum sempat Nar ! mungkin hari ini gue akan
nembak dia” ujar Ahmad dengan semangat nya. “Cie cie cie ! semoga
berhasil ya bro” kata Nara memberi semangat. “Iya Nar” kata Ahmad. “Eh
Ahmad ! Gimana keadaan melody? Dia baik-baik aja kan” Tanya Kinal. “Dia
baik-baik aja Kin” balas Ahmad. “Kapan kamu nembak dia?” Tanya Kinal
lagi. “Hari ini ku akan nembaik dia” balas Ahmad.
“Cie ! aku boleh ikut gak?” Tanya Kinal. “Eh Bu jendral ! lu gila
ya,masa kamu ikut” kata Nara. “Eh Mr.Playboy ! terserah gue dong !
Melody kan teman gue ! masalah buat loh” ujar kinal. “Wah ! kalau
gitu,gue mau ikut juga Ah” kata Nara. “Dasar !” ujar Kinal.
“Sudah-sudah ! kalian boleh ikut kok ! nanti kalian berdua ajak semua
teman-teman ya ! aku mau ngasih surprise yang seperti kemarin” ujar
Ahmad. “Oke ! kamu tenang aja ! misi,siap dilaksanakan” ujar Kinal
semangat.
Sore hari nya Ahmad dan kawan-kawan sekelas nya sudah
mempersiapkan surprise untuk Melody yang tempat nya di taman belakang
rumah sakit itu. “Eh Nar ! lu sudah siap gak?” Tanya Ahmad. “Tenang aja
bro ! semua sudah terlaksana” balas Nara penuh keyakinan. “Baik lah
kalau gitu ! Gue sekarang nengok Melody dulu ya” kata Ahmad
meninggalkan Nara. “GANBATTE bro ! sikatttttttt !” ujar Nara teriak.
Sesampai nya di ruangan Melody di rawat, Ahmad di sambut dengan bahagia
oleh Melody. “Pagi manis ! gimana nih kondisi kamu?” Tanya Ahmad duduk
di dekat tempat tidur Melody.
“Baik-baik aja kok ! akhir nya kamu ke sini juga nemani
aku” ujar Melody tersenyum. “Iya dong ! Ayu ke mana Mel, kok gak ada?”
Tanya Ahmad. “Dia tadi pulang, dia mau sekolah” balas Melody. Tiba-tiba,
handphone Ahmad berbunyi dan ternyata sms dari Nara. “BRO ! KAMI UDAH
SIAP NIH MEMBERI SURPRISE. DI SINI ADA KEDUA ORANG TUA NYA MELODY DAN
ADIK NYA DAN JUGA KE DUA ORANG TUA LU !” kata-kata di sms tersebut. “sms
dari siapa Mad?” Tanya Melody penasaran. “Oh ! sms dari teman saja kok
! gak penting” balas Ahmad.
“Mel ! aku ada surprise buat kamu” kata Ahmad. “Surprise ! mau dong”
kata Melody senang. “Mata nya di tutup dulu ya” kata Ahmad sambil
menutupi mata Melody dengan selembar kain warna merah. Ahmad pun
membantu Melody berjalan ke taman belakang rumah sakit itu. Tiba nya di
sana, Semua orang sudah berkumpul untuk merayakan ultah nya Melody. Di
sana juga ada ke dua orang tua nya Melody beserta adik nya AYU. Juga
tidak ketinggalan ke dua orang tua nya Ahmad.
“Hitungan ke tiga kamu langsung buka tutup mata nya ya” kata Ahmad
meninggalkan Melody berdiri sendirian. “Satu ! Dua ! Tiga” teriak Ahmad.
Melody pun membuka tutup mata nya. Seketika mata nya sudah terbuka,
Melody melihat orang yang berada di sekitar nya dengan. “HAPPY BRITHDAY
MELODY” teriak semua orang di sana. Melody pun terkejut dan merasa
senang dan bahagia. Ahmad pun membaka kue ultah nya Melody. “Selamat
ulang tahun nya Melody” kata Ahmad. “Terima kasih Ahmad ! Eeemmm, kamu
ya yang sudah membuat acara ini?” Tanya Melody.
“Iya Mel ! Ini semua aku yang bikin untuk kamu” kata Ahmad. “Sekarang
tiup dulu ya lilin nya tapi, berdoa dulu ya” kata Ahmad. Beberapan
menit mMelody berdoa dan dia langsung meniup lilin tersebut sampai mati
semua. Semua orang teriak saat melody selesai meniup lilin nya.
“Selamat ulang tahun nya Nak” kata Ayah & ibu nya Melody. “Iya Pah !
Mah ! makasih kalian sudah meluangkan waktu buat ngerayain ulang tahun
Melo” kata Melody memeluk ke dua orang tua nya.
“Selamat ulang tahun ya kak Melo” kata Ayu menyodorkan sebuah bunga
mawar. “Iya dek ! terima kasih ya dek bunga nya” kata melody memeluk
Ayu. “Mad ! sekarang giliran lu untuk menembak melody ! cepetan” kata
Kinal. Ahmad pun berjalan menghampiri Melody. “Mel ! kamu senang gak?”
Tanya Ahmad. “Iya ! Seneng banget ! terima kasih ya Ahmad atas surprise
nya” kata Melody tersenyum. “Masih ada satu lagi surprise untuk kamu
mel” kata Ahmad. “Apa itu?” Tanya Melody penasaran. “Saat pertama kita
bertemu, hati terasa bergetar saat berada di dekat kamu.
Hari demi hari
ku lewati bersama kamu meskipun kau bukan cewek yang special dalam
hatiku. Hari demi hari pula kita lewati rasa senang, sedih maupun
bahagia. Kini tiba saat nya aku ingin mengucapkan sesuatu untuk kamu
mel” ujar Ahmad. “Terus” kata Melody. Ahmad pun berjongkok di hadapan
Melody dan segeran mengeluarkan kotak merah yang berisikan cincin
berlian yang sangat indah. “Mel ! mau kah kamu menjadi pacar pertama
dan terakhir ku?” Tanya Ahmad dengan penuh perasaan nya.
Melody terdiam sejenak dan menunduk. Tiba-tiba Ahmad merasa ada air
yang jatuh ke tangan nya. Dan ternyata Melody meneteskan air mata nya.
Ahmad pun bingung. “Kenapa kamu menangis mel?” Tanya Ahmad bingung.
“Apa benar, kamu mau jadi pacar pertama dan terakhir ku Ahmad?” Tanya
Melody di sela dia menangis. “Itu semua benar Mel ! Aku sayang kamu !
Aku cinta kamu ! aku ingin merajut cinta bersama mu sampai ajal
menjemput kita berdua” ujar Ahmad.
“Apa kamu gak malu mempunyai pacar seperti aku ini yang menyimpan
sebuah penyakit ganas di dalam tubuh ku?” Tanya Melody lagi. Ahmad pun
berdiri. “Aku menerima kamu apa ada nya mel ! Biar kamu memiliki
penyakit, itu tidak masalah buat ku ! yang penting, gimana cara nya
agar kita dapat bersatu dan membina rumah tangga kita kelal nanti di
saat menikah” ujar Ahmad dengan yakin nya. Tiba-tiba Melody langsung
memeluk Ahmad dengan erat nya.
“Aku percaya sama kamu Ahmad ! Aku mau jadi pacar kamu” kata
Melody. Semua orang di sana berteriak “SEMOGA BAHAGIA SELAMANYA YA”.
“Makasih ya Mel, kamu mau jadi pacar aku” kata Ahmad tersenyum bahagia.
“Iya, sama-sama ! Kamu jani ya akan bahagia kan ku selama nya dan selalu
berada di samping ku selalu” kata Melody. “Aku berjanji sayang, aku kan
selalu membahagiakan mu sampai kapan pun !” ujar Ahmad sambil mencium
kening nya Melody. “Ih, sayang ! jangan cium di sini dong, aku jadi malu
nih di lihat banyak orang !” ujar Melody malu.
Kedua orang tua melody menghampiri mereka berdua. “Cie ! dapat pacar
baru nih” kata Ibu Melody. “Iya dong Bu ! Gimana, ibu merestiu hubungan
kita kan?” Tanya Melody sambil memeluk Ahmad dengan manja nya. “Iya
sayang ! ibu merestui hubungan kalian” balas Ibu Melody tersenyum. “Nak
Ahmad ! kamu jani ya akan membahagia kan anak om” kata Ayah Melody. “Iya
Om ! saya janji akan menjaga anak Om yang manja ini selamanya” ujar
Ahmad yakin. Pesta tersebut sangat ramai dengan datang nya teman-teman
lama Melody dulu waktu smp. Semua orang bahagia begitu juga dengan
Melody dan Ahmad. Mereka berdua begitu sangat bahagia menikmati pesta
ini.
Tapi tidak dengan Cleo. Dia menyendiri saat pesta di mulai tadi. Dia
merasa sakit hati karena baru saja kekasih yang sangat dia cintai
ternyata dia lebih memilih teman baik nya sendiri. “kamu tega sekali
Ahmad ! aku sangat-sangat mencintai kamu lebih dari nyawa ku sendiri
taruhan nya. Tetapi, kenapa kamu lebih memilih Melody? Apa dia begitu
sangat sempurna di mata kamu” kata Ahmad dalam hati sambil menangis.
“Sayang ! kamu lihat Cleo gak? Kok dari tadi gak ada” Tanya Ahmad. “Gak
tau tuh ! Nah, itu dia di dekat pohon itu” kata Melody menunjuk. “Kok
dia gak ikut pesta ya? Aku ke sana dulu ya Mel” kata Ahmad.
Ahmad pun mmenghampiri Cleo yang sedang menangis. “Loh ! kenapa kamu
menangis Cleo?” Tanya Ahmad bingung. Cleo dengan cepat menghapus air
mata nya. “oh ! aku gak nangis kok Mad, Cuma kelilipan aja” kata Cleo
berbohong. “Syukur deh ! kenapa kamu gak ikut ke pesta?” Tanya Ahmad.
“Aku Cuma gak enak badan aja” balas Cleo. “Apa kamu sakit?” Tanya Ahmad
lagi. “Gak ! aku gak papa kok ! Eh, selamat ya kamu sudah jadian sama
Melody” kata Cleo memberi selamat. “Iya ! makasih” kata Ahmad.
“Aku pulang dulu ya Ahmad” kata Cleo. “Biar yang ku antar” kata Ahmad.
“Eh! Gak usah repot-repot Mad ! aku naik taksi aja, sudah ya BYE” kata
Cleo meninggalkan Ahmad sambil meneteskan air mata. “Sayang ! Cleo
kemana?” Tanya Melody sambil memeluk Ahmad dari belakang. “Dia pergi
sayang” balas Ahmad. “Loh ! kenapa dia pergi! Kan pesta nya belum
selesai” kata Melody. “Kata nya di alai gak enak badan ! maka nya dia
pergi untuk beristirahat” ujar Ahmad. “Ya udah kalu gitu, kita lanjutkan
lagi ya pesta nya” kata Melody menarik tangan Ahmad.
Pesta itu pun semakin hari semakin ramai di datangi tamu-tamu dari rumah
sakit tersebut. Pesta itu pun berakhir juga tepat pukul 5 sore.
“Selamat ulang tahun ya sayang” kata Ibu Melody sambil memeluk melody.
“Iya Bu ! makasih ya atas ucapan nya. “Semoga di ulang tahun mu ini kamu
bertambah dewasa,perhatian sama adik mu,sayang sama keluarga dan
belajar lah dengan rajin” kata Ayah Melody. “Iya yah” kata Melody. Ahmad
beserta kedua orang tua nya menghampiri Melody dan keluarga nya. “Om !
Tante ! perkenalkan I ni Ayah dan Ibu saya” kata Ahmad memperkenalkkan
kedua orang tua nya. “Oh ! ini ya yang nama nya Melody” kata Ayah Ahmad.
“Iya Om ! saya Melody. “Cantik juga ya ! pas dengan pilihan Ahmad” kata
Ayah Ahmad.
“Makasih Om atas pujian nya” kata Melody. “Sayang ! kamu janji ya sama
Ibu kamu harus menjaga dan membahagia kan kekasih mu sendiri” ujar Ibu
Ahmad. “Iya Bu, saya janji” kata Ahmad tersenyum. “Kami berdua sudah
merestui hubungan kalian kok ! semoga aja kalian akan terus begini
sampai menikah nanti ya” ujar Ayah Ahmad. Melody dan Ahmad pun tersenyum
bahagia karena cinta Mereka di restui oleh kedua orang tua Mereka. Di
malam hari nya, Melody kembali beristirahat di ruangan rumah sakit
tersebut. “Kamu mau pulang ya mala mini?” Tanya Melody. “Iya sayang !
besok kan saya mau sekolah” balas Ahmad sambil membelai rambut Melody.
Muka Melody cemberut dan langsung membalikan tubuh nya membelakangi
Ahmad. Ahmad tersenyum dan langsung mencubit pipi Melody. “Ih, skait
tau” kata Melody kesakitan. “Kamu gak tau ya ! besok kan sekolah udah
libur sayang” kata Ahmad tertawa. “Yang benar ! jadi kamu mau kan
nemanin aku di sini” kata Melody. “Gak mau ! males di sini terus” kata
Ahmad. “Ya udah kalau males ! sana pulang” kata Melody mengusir Ahmad.
“Beneran nih, kamu ngusir aku?” Tanya Ahmad. Melody hanya
diam saja tidak menjawab pertanyaan Ahmad. “Ya udah ! aku pulang” ujar
Ahmad meninggalkan Melody. Dengan cepat, Melody menarik tangan nya
Ahmad. “Jangan pergi dong sayang” kata Melody memohon. “Tadi kamu ngusir
aku, kok sekarang malah melarang” kata Ahmad. “Tadi aku Cuma bercanda
aja kok ! tolong jangan pergi ya” kata Melody. “Eeemmm, gimana ya ! Baik
lah, demi kekasih ku, aku mau jagain kamu mala mini” kata Ahmad.
“Makasih ya sayang” kata Melody memeluk Ahmad dengan erat nya.
Tiba-tiba, kedua orang tua Melody dan adik nya Ayu mengagetkan mereka
berdua yang lagi berpelukan. “Apa yang sedang kalian lakukan berdua?”
Tanya Ayah Melody yang mengagetkan mereka berdua. Ahmad pun langsung
melepaskan pelukan nya dari Melody. “Em, anu Om ! emmm, Melody tadi
kedinginan ! maka nya saya peluk dia biar hangat” balas Ahmad
terbata-bata. Ayah melody pun mentertawai mereka berdua. “Ahmad ! Ahmad !
jangan takut gitu ! Om kan Cuma nanya aja” kata Ayah Melody. “Kak Ahmad
mala mini tinggal di sini ya nemenin kak Melo?” Tanya Ayu.
“Iya Yu ! kakak malam ini mau temanin kakak kamu” balas Ahmad. “Pah !
Mah ! Ayu juga ikut nemanin kak Melo ya?” Tanya Ayu kepada kedua orang
tua nya. “Gak boleh sayang !” balas Ibu nya Melody. “Kok gak di bolehin
sih Mah?” Tanya Ayu cemberut. “Kan ada kak Ahmad yang nemanin kak Melo”
balas Ibu nya Melody. “Iya ! bener juga kata Mama ! sudah,kamu pulang
aja sana” kata Melody mengejek. “Ih kak Melo jahat” kata Ayu menangis.
“Biarin ! sana,bobo dulu di rumah” ejek Melody. Ahmad pun menghampiri
Ayu yang sedang menangis. “Dek Ayu, mau jagain kakak Melo juga ya?”
Tanya Ahmad sambil menghapus air mata Ayu.
“Iya kak ! kakak mau gak Ayu juga nemanin kakak Melo?” Tanya Ayu. “Boleh
aja sih ! Tapi, kamu jangan nakal ya di sini” kata Ahmad. “Beneran kak !
Ayu janji tidak nakal di sini” kata Ayu tersenyum. “Om ! Tante ! boleh
ya Ayu juga nemanin Melody di sini?” Tanya Ahmad. “Eeemmm, gimana ya”
kata Ibu Melody berfikir. “Iya, Om bolehin” kata Ayah Melody. “Loh ! kok
Papah ngebolehin Ayu tunggal di sini?” Tanya Ibu Melody. “Bu ! besok
kan sekolah libur ! gak salah nya juga kan kalau Ayu berlibur nemanin
kakak nya di rumah sakit” ujar Ayah Melody.
“Baik lah ! Nak Ahmad, tolong jagain Melody dan sekalian Ayu ya” kata
Ibu melody. “Iya Tante ! saya akan menjagain mereka berdua di sini” kata
Ahmad. “Maaf ya Nak Ahmad sudah merepotkan kamu” kata Ibu Melody. “Oh !
ga papa kok Tante” kata Ahmad. “Ya udah ! Om sama Tante pulang dulu ya !
Melo ! Ayu papah sama mamah pulang dulu ya” kata Ayah Melody pamit.
“Iya Om ! Tante ! hati-hati ya” kata Ahmad. “Hati-hati ya Pah ! Mah”
kata Melody dan Ayu serentak.
“Asyik ! Kak Ahmad,boleh tau nanti Ayu tidur di mana ya?” Tanya Ayu.
“Kamu tidur sama kakak kamu aja ya” balas Ahmad. “Apa ! Ayu tidur bareng
aku” kata Melody kaget. “Iya sayang ! di mana lagi coba tempat tidur
selain tempat tempat tidur kamu ! kam Ayu kecul juga, jadi muat aja kok
untuk berdua” ujar Ahmad. “Asyik ! Tidur di samping kak Melo” kata Ayu
langsung naik ke tempat tidur nya Melody. “Ayu pelan-pelan dong ! Nanti
tempat tidur nya roboh” kata Melody memperingatkan. “Ih kak Melo ! Emang
nya badan Ayu berat apa” kata Ayu. “Sudah-sudah, Kalian jangan rebut
terus ! Tuh jam sudah menunjukan jam 9 malam, Saat nya kalian tidur ya”
kata Ahmad. “Kamu tidur di mana sayang?” Tanya Melody.
“Aku tidur di samping kamu juga sayang, Tapi dalam keadaan duduk !
hahaha” kata Ahmad sambil membelai rambut Melody. “Apa gak papa?” Tanya
Melody lagi. “Gak papa lah, tenang aja ! Ayu cepat banget ya tidur nya”
kata Ahmad. “Iya ! Begini lah Ayu, kalau dia sudah nempel sama bantal
tidur nya cepat sekali” kata Melody sambil membelai rambut adik nya
dengan kasih sayang. “Oh gitu ! Ya udah, kamu bobo dulu ya sayang” kata
Ahmad. “Iya sayang ! selamat malam ya sayang” kata Melody merebahkan
dirinya. “Selamat malam juga sayang ! mimpi indah ya” kata Ahmad sambil
mengecup kening Melody. “Selamat malam juga Ayu ! mimpi indah juga ya”
kata Ahmad dan juga mengecup kening Ayu. Lalu Ahmad memakai kan mereka
selimut.
Malam pun terus berlalu, Melody dan Ayu tidur dengan nyenyak nya. Begitu
juga dengan Ahmad yang juga tertidur pulas di samping Melody sambil
duduk di sebuah kursi. Ahmad terus menggenggam tangan Melody dengan erat
nya. Ke esokan hari nya, pagi-pagi sekali Melody terbangun “Hhooaamm !
Duh enak banget malam tadi tidur ku” kata Melody. Tapi, Melody tidak
melihat satu orang pun di dalam kamar nya. Dia tidak menjumpai Keekasih
nya dan juga Adik nya. “Loh ! sayang, kamu dimana? Ayu kamu juga di
mana?” teriak Melody dari dalam ruangan.
Melody bingung,karena di ruangan tersebut tidak ada satu pun
orang kecuali dia seorang. Melody pun turun dari tempat tidur nya sambil
membawa infus. Melody keluar dari ruangan tersebut mencari Ahmad dan
Ayu. Ternyata,saat sampai di halaman belakang rumah sakit Melody menemui
Ahmad yang tengah asik bermain bersama adik nya. “Kak Ahmad ! itu kak
Melo” kata Ayu menunjuk. “Iya ! ngapain dia ke sini” kata Ahmad. “Kita
ke sana yuk kak” ajak Ayu. “Ayo !” ujar Ahmad.
Ahmad dan Ayu pun menghampiri Melody. “Selamat pagi sayang”
kata Ahmad sambil mencium kening Melody. “Selamat pagi juga sayang !
ternyata kalian di sini ya” kata Melody. “Iya nih ! Ayu terus-terusan
mengajak bermain di taman” kata Ahmad. Tiba-tiba, Melody menjewer
telingan nya Ahmad dan Ayu. “Aduh kak,sakit ! Emang Ayu salah apa kak?”
Tanya Ayu kesakitan. “Iya nih ! Emang nya kami salah apa sayang?” Tanya
Ahmad kesakitan juga. “Kalian ini,bukan nya menjagain aku malah
enak-enak bermain” kata Melody dengan suara keras.
“Maafin deh sayang ! plisss” kata Ahmad memohon. Melody pun menghentikan
jeweran nya. “Hahaha ! emang rasaiin di jewer” ejek Melody sambil
berlari. “Wah,kita di kerjaiin nih dek” kata Ahmad. “Iya nih kak Melo !
gak ada kerjaan lagi selain menjewer” ujar Ayu kesal. “Kalau mau nangkap
aku,silahkan !” ujar Melody dan langsung berlari. Ahmad dan Ayu pun
mengejar Melody. Mereka bertiga saling kejar-kejaran bagaikan sepasang
keluarga. Ahmad pun berhasil menangkap Melody dari belakang.
“Sekarang kamu gak bisa lepas lagi sayang” ejak Ahmad. Keasyikan
bermain, Mereka berdua tidak menyadari ada batang pohon besar di hadapan
mereka. Tiba-tiba, Mereka jatuh bersamaan. Melody menindih tubuh Ahmad.
Wajah mereka saling berdekatan. Wajah Melody pun langsung memerah
seketika. Ahmad pun mendekatkan wajah nya ke wajah Melody. Ahmad pu
langsung mengecup bibir Melody dengan penuh perasaan. Melody pun
membalas ciuman Ahmad. Tiba-tiba, Cleo datang menghampiri Ayu. “Hay Ayu !
kakak kamu sekarang di mana?” Tanya Cleo. “Hay juga kak Cleo ! kak
Melody berada di taman” balas Ayu.
“Kita kesana yuk” ajak Cleo. “Iya kak” kata Ayu. Sesampai di sana, Cleo
dan Ayu terkejut melihat Ahmad dan Melody tiduran di taman sambil
berciuman. Cleo dan Ayu pun menghampiri Mereka berdua. “Wah ! seru
banget banget nih ciuman nya” kata Ayu tertawa. Ahmad dan Melody pun
terkejut dan menghentikan ciuman mereka. “Dek Ayu ! Eh, Cleo juga ada
ya” kata Melody berdiri. “Kenapa kancing baju kak Melody terbuka !
Eeemmm,jangan-jangan kak Melo dan kak Ahmad bikin anak ya” kata Ayu.
“Ayu ! Kakak kan belum menikah dengan kakak Ahmad” kata Melody yang muka
nya kembali memerah.
“Sudah lah dek ! jangan di bahas lagi ! Eh, sejak kapan Adek bersama
Cleo.?” Tanya Ahmad. “Sejak dari tadi kak Ahmad” balas Ayu. Saat melihat
kejadian kejadian tadi, Hati nya Cleo pun menjadi hancur. “Kita kembali
ke ruangan yuk sayang” ajak Ahmad. “Iya sayang” kata Melody. “Mampir
dulu yuk Cleo” kata Ahmad. “Iya” kata Cleo singkat. Setibanya di
ruangan, Ahmad membantu Melody untuk rebahan di tempat tidur. Seorang
suster pun datang ke ruangan tersebut. “Selamat pagi nak Melody” sapa
suster tersebut. “Pagi juga sus” sapa Melody.
“Ini bubur buat nak Melody, Dimakan ya” kata Suster tersebut. “Iya sus !
makasih ya” kata Melody. Suster tersebut keluar dari ruangan tersebut.
“saya mau cari makan dulu ya sayang untuk Ayu” kata Ahmad sambil
membelai rambut Melody. “Hati-hati ya sayang” kata Melody sambil mencium
pipi nya Ahmad. Saat melihat kejadian tadi, kembali membuat hati nya
Cleo semakin hancur. Cleo pun menetskan air mata nya. “Ayu ! kamu suapin
kak Melody makan ya” kata Ahmad. “Iya kak” ujar Ayu. “Eh Cleo, kamu mau
pesan apa?” Tanya Ahmad. “Gak usah deh Ahmad ! Gak usah repot-repot,
Tadi aku sudah makan juga” kata Cleo.
Ahmad pun meninggalkan ruangan tersebut. “Kak ! Tadi kak Melody ngapain
sama kak Ahmad? Sampai ada acara ciuman segala lagi?” Tanya Ayu. Sambil
menyuapi Melody makan. “Ayu ! Gak usah di bahas lagi dong” kata Melody
yang muka nya kembali memerah. “Ya udah deh ! Berarti,ini pertanda kalau
kak Melo mau menikah sama kak Ahmad” kata Ayu. Melody dan Cleo pun
terkejut mendengar perkataan Ayu. Melody pun langsung menjewer kecil
telinga Ayu. “Ayu ! kakak mohon jangan di bahas lagi masalah tadi, OKE!”
kata Melody marah. “Iya kak ! Duh,sakittt!” kata Ayu.
“Maaf semua, aku mau ke toilet dulu ya sebentar” kata Cleo. “Iya” kata
Melody. “Cleo pun meninggalkan ruangan tersebut dengan berlinang air
mata. Cleo berpapasan dengan Ahmad. “Cleo, kamu mau ke mana?” Tanya
Ahmad bingung. Cleo pun tidak menjawab. Cleo terus berjalan meninggalkan
Ahmad. Dengan cepat nya, Ahmad menangkap tangan Cleo. “Cleo, kamu mau
kemana?” Tanya Ahmad. “Aku mohon lepasin tangan aku Ahmad” kata Cleo.
“Loh,kok kamu nangis! Kenapa sama kamu Cleo?” Tanya Ahmad bingung.
Tiba-tiba, Cleo langsung memeluk Ahmad. “Kenapa sama kamu
Cleo?” Tanya Ahmad yang semakin bingung. “Kamu gak tau sakit nya hati
aku Mad” ujar Cleo menangis. “Eeemmm ! Maksud nya apa Cleo, aku gak
paham” kata Ahmad. Cleo pun berhenti memeluk Ahmad dan menarik tangan
Ahmad entah mau di bawa ke mana. “Mau ke mana Cleo ? Kok tangan ku di
tarik gini” Tanya Ahmad. “Sudah diam aja ! Nanti juga tau” kata Cleo.
Cleo dan Ahmad sudah tiba di taman belakang rumah sakit tersebut.
“Kenapa kita ke mari Cleo?” Tanya Ahmad.
“Kita duduk di kursi itu yuk” ajak Cleo. “Kenapa kamu bawa
aku ke sini?” Tanya Ahmad. “Aku boleh ngomong sesuatu gak sama kamu?”
kata Cleo. “Boleh aja ! Ngomong apa an” kata Ahmad. “Kamu tau gak, Sejak
dulu aku suka kepada kamu Ahmad” kata Cleo sambil memegang tangan
Ahmad. Ahmad pun terdiam sejenak dan kaget mendengarkan perkataan dari
Cleo tersebut. “Kok diam sih ! Aku tau kalau kamu gak suka sama aku”
kata Cleo. “Kenapa kamu baru ngomong sekarang?” Tanya Ahmad. Cleo pun
terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Ahmad pun memegang tangan nya Cleo.
“Cleo ! Kita di takdir kan hanya sebagai teman saja, buka selebih nya”
kata Ahmad. “Tapi, setiap aku berada di dekat kamu gak tau kenapa
jantung ku berdetak kencang ! Mungkin aku telah jatuh cinta sama kamu”
kata Cleo. “Seandainya kamu ngomong suka sama aku sejak dulu, Oke ! aku
terima ! Tetapi,kalau sekarang aku gak bisa menerima nya karena aku
sudah ada yang punya” kata Ahmad. “Aku tau kok ! Di hati mu cuma ada
Melody terus kan bukan aku ! Kamu tau gak, saat aku liat kamu ciuman
dengan Melody di taman ini juga ! Sakit hati ku luar biasa Mad ! Sakit
nya melebihi sakit yang di derita oleh sebagian orang” jelas Cleo.
“Biar lah Cleo ! Mungkin cinta tak harus memiliki ! Cari lah cowok yang
lebih baik dari aku Cleo” kata Ahmad. “Di dunia ini tidak ada cowok yang
sebaik kamu Ahmad” ujar Cleo kembali meneteskan air mata. Ahmad pun
beranjak dari kursi nya. “Maaf Cleo ! Aku gak bisa nerima kamu ! Di hati
ku hanya ada Melody” kata Ahmad langsung meninggalkan Cleo sendirian.
Cleo pun bangkit dari duduk nya. “Sampai kapan pun aku tetap suka sama
kamu ! Biar pun kamu menikah nanti, aku akan tetap mengejar kamu ! Aku
akan berjanji, suatu saat nanti aku bisa merebut mu dari Melody Ahmad !”
teriak Cleo sambil menangis.
Ahmad pun mendengar perkataan dari Cleo tersebut tetapi dia terus
berjalan meninggalkan Cleo. “Aku berjanji pada langit dan bumi, suatu
saat nanti aku akan merebut mu kembali” kata Cleo dalam hati. Ahmad pun
sampai di ruangan Melody. “Kok lama sekali sayang?” Tanya Melody. “Maaf
sayang menunggu lama ! Tadi Cuma ngantri aja kok, soal nya banyak banget
orang nya di sana” kata Ahmad berbohong. “Iya deh, prcaya!” kata
Melody. “Kak Ahmad ! Ayu laper nih dari tadi” kata Ayu. “Oh iya ! Maaf
ya dek nunggu lama ! nih nasi bungkus nya” kata Ahmad.
Ahmad pun menghampiri Melody yang sedang duduk bersandar. “Sudah makan
sayang?” Tanya Ahmad sambil membelai rambut nya Melody. “Sudah sayang !
Tadi Ayu yang nyuapin” balas Melody tersenyum. Tiba-tiba seorang dokter
dan suster datang untuk memeriksa kondisi Melody. “Selamat pagi semua !
selamat pagi Melody” kata Dokter tersebut. “Pagi juga dok” balas Melody.
“dokter ada berita baik untuk mu nak Melody” kata Dokter. “Berita baik
apa tuh dok/” Tanya Melody. “Kamu sudah di perbolehkan pulang hari ini
karena kondisi kamu makin hari makin membaik dan kanker yang berada di
jantung mu itu sudah di ambil ! Sekarang kamu bisa hidup selama nya”
kata Dokter.
“Beneran dok? Makasih ya dok” kata Melody tersenyum bahagia. “Sama-sama !
saya keluar dulu ya” kata Dokter meninggalkan ruangan tersebut. “Sayang
! Akhir nya kamu bisa pulang juga hari ini” kata Ahmad bahagia. “Iya
sayang ! Alhamdulillah penyakit ku sudah hilang semua” kata Melody
tersenyum bahagia. “Asyik, kak Melo hari ini pulang ! Ayu janji akan
merawat kak Melody di rumah nanti” kata Ayu juga ikut bahagia. “Iya
sayang ! Jadi lah jadi adik kakak yang baik ya” kata Melody memeluk Ayu.
“Iya kak ! Ayu janji akan menjadi adik yang baik ! Ayu sayang kakak”
kata Ayu. “Kakak juga sayang sama Ayu” balas Melody.
Ahmad pun mengabarkan kepada kedua oaring tua nya dan kedua orang tua
Melody bahwa hari ini Melody sudah di perbolehkan pulang. Tetap pukul
09.00 wib, Seluruh keluarga datang untuk membawa Melody pulang. Sesampai
di rumah Melody, Ahmad membawa Melody ke kamar nya untuk istirahat. “
kamu istirahat dulu ya sayang” ujar Ahmad. Tiba-tiba, Melody menarik
tangan Ahmad.
“Apa lagi sayang?” Tanya Ahmad. Melody pun menarik tangan
Ahmad sampai-sampai Ahmad terjatuh dan menindihi Melody di ranjang nya.
Wajah mereka sangat dekat sekali. Melody pun memajukan wajah nya lagi
dan kini hidung mereka berdua bersentuhan. Dengan cepat nya, Melody
mengecup bibir Ahmad dengan lembut. Ahmad pun membalas kecupan dari
bibir Melody tersebut. Tiba-tiba, Ahmad menghentikan ciuman nya dari
Melody. “Kenapa sayang berhenti” Tanya Melody kecewa. “Kenapa kita
melakukan nya lagi ! kita kan belum sah menjadi suami istri lagi sayang”
balas Ahmad. “Aku masih teringat kejadian semalam di taman belakang
rumah sakit itu sayang ! Jadi nya aku ingin lagi merasakan nya” ujar
Melody.
Tiba-tiba, pintu kamar Melody terbuka. Betapa kaget nya
mereka berdua melihat Ayu yang berada di depan pintu. “Kak Ahmad sama
Kak Melo di panggil tuh” kata Ayu langsung pergi. Ahmad dan Melody pun
meneuruti nya. Sesampai di bawah kedua orang tua mereka memanggil mereka
berdua. “Ada apa Pah ! Mah?” Tanya Ahmad. “Ayah mau ngomong sama kamu !
Apa kamu benar-benar mencintai Melody?” Tanya Ayah Ahmad. “Saya
benar-benar mencintai nya dan cinta Ahmad sangat tulus kepada Melody”
baals Ahmad. “Apa kamu gak kepikiran untuk lebih serius sama Melody?”
Tanya Ayah Ahmad.
“Maksud ayah apa?” Tanya Ahmad bingung. “Maksud Ayah ! Apa kamu gak
kepikiran menikahi Melody di usia muda?” kata Ayah Ahmad. Ahmad pun
terdiam mendengar pertanyaan Ayah nya tersebut. “Masalah menikahi Melody
di usia mudah, biar saya dan Melody saja yang menjawab nya nanti” kata
Ahmad dengan tegas. “Baik lah kalau itu mau kamu” kata Ayah Ahmad. Malam
pun tiba, kedua orang tua Ahmad pulang sementara Ahmad masih tinggal di
rumah nya Melody. “Nak Ahmad ! kalau mau tidur, tidur aja di kamar nya
Melody” kata Ibu Melody. “Apa ! saya tidur sekamar sama Melody tante”
kata Ahmad terkejut.
“Iya ! Boleh kan? Sekalian jagain Melody” kata Ibu Melody. “Iya deh
tante” kata Ahmad. “Ya udah ! tante tidur dulu ya” kata Ibu Melody.
Ahmad pun masuk ke kamar nya Melody. Melody pun menyambut Ahmad dengan
penuh senyuman. “Sayang ! Kok belum ganti baju?” Tanya Melody. “Hehehe !
Gak ingat bawa baju tidur tadi” balas Ahmad. “Pakai baju tidur Ayah ku
aja sayang” kata Melody mengambil baju tidur. “Emang nya muat sayang?”
Tanya Ahmad. “Nih ! pakai aja, pasti pas” kata melody.
Ahmad pun mengenakan pakaian tidur nya. “Gimana sayang ! Pas gak?” Tanya
Melody. “Pas banget sayang ! Makasih ya” balas Ahmad. “Ya udah ! Tidur
yuk, ngantuk banget nih” kata Melody. “Kamu aja duluan” kata Ahmad.
Melody pun duluan tidur. Ahmad duduk di pinggir tempat tidur Melody.
Ahmad terus memperhatikan Melody yang lagi tidur. “Cantik juga ya Melody
saat tidur” kata Ahmad membelai wajah Melody. Ahmad juga ikut tiduran
di sampaing melody. Ahmad pun terus membelai wajah nya Melody. Ahmad pun
mendekatkan wajah nya ke wajah Melody dan wajah mereka sangat dekat
sekali.
“Hayo, mau ngapain?” kata Melody. Ahmad pun sontak kaget dan ternyata
Melody masih belum tidur. “Eeemmm, anu,, ! Gak papa kok sayang” kata
Ahmad terbata-bata. “Bohong ! “ kata Melody bangkit dari tidur nya.
Tiba-tiba Ahmad mendorong Melody dan langsung menindih badan Melody.
“Sayang ! kita kan belum sah jadi suami istri” kata Melody. “Aku cinta
sama kamu Mel. Aku gak ingin kehilangan kamu selama nya” kata Ahmad.
“Aku juga sayang sama kamu dan aku tak ingin kehilangan kamu” kata
Melody. Pada malam itu lah terjadi hubungan badan antara Ahmad dan
Melody meskipun mereka belum sah menjadi suami istri. Malam itu lah
malam yang sangat indah untuk mereka berdua.
Ke esokan pagi nya Ahmad masih tertidur pulas. Melody pun membangun kan
Ahmad. “Sayang ! bangun, udah pagi nih” kata Melody. Ahmad pun bangun
dari tidur pulas nya. “Hoammm !udah pagi ya sayang” kata Ahmad menguap.
“Iya sayang” kata Melody. “Maaf ya atas kejadian malam tadi sayang ! Aku
menyesal melakukan nya ke kamu” kata Ahmad menyesal. Melody pun
langsung memeluk Ahmad dengan erat nya. “Kenapa harus menyesal sayang?”
Tanya Melody. “Aku menyesal karena kita melakukan hubungan tanpa ikatan
perkawinan” balas Ahmad.
“Sudah lah sayang ! Jangan di bahas lagi ! yang terjadi biarlah terjadi !
Aku gak menyesal kok melakukan nya sama kamu ! Malah aku bahagia lagi
nanti nya mempunyai anak dari kamu” kata Melody tersenyum. “Benar kah
itu sayang?” Tanya Ahmad. “Iya dong ! Sudah lah jangn di bahas lagi yang
penting sekarang kita pikirkan adalah bagaimana membesar kan anak kaita
yang ada di Rahim kun anti” kata Melody tersenyum. “Huuuhhh dasar !
pengen nya” kata Ahmad mencubit pipi Melody. “Sayang ! sakit tau” kata
Melody kesakitan. Tiba-tiba pintu kamar Melody terbuka.
“Selamat pagi kakak” kata Ayu mengaget kan Melody dan Ahmad.
“Ayu ! Kirain siapa, bikin kakak kaget aja” kata Melody kaget. “Hehehe !
Maaf kak ! Kakak lagi ngapain, kok kamar nya berantakan sekali?” Tanya
Ayu bingung. “Gak apa-apa kok dek” balas Melody gugup. Ayu pun mendekat
ke tempat tidur kakak nya. “Gak biasa nya kak Melo tidur seperti ini”
kata Ayu. “Hehehe” kata Melody cengar-cengir. Ayu pun kaget melihat
sebercak darah yang menempel di selimut nya Melody. “Loh, kok ada darah
kak ! Darah siapa ini kak?” Tanya Ayu penasaran.
“Eeemmm,anuuu ! Darah nyamuk mungkin dek” kata Melody sambil
terbata-bata. “Gak mungkin kak ! Darah nya kok banyak banget !
Jangan-jangan” kata Ayu sambil menoleh ke kakak nya. “Jangan-jangan apa
dek ! Kok ngeliati kakak begitu?” Tanya Melody gugup. “Jangan-jangan kak
Melo sama kak Ahmad gituan lagi” kata Ayu tersenyum. “Ahh,anuu ! Gak
mungkin lah dek ! kakak kan belum nikah sama kak Ahmad” kata Melody
bertambah gugup. “Bukti nya kenapa kak Melody dari tadi menutupi badan
kak Melo sama selimut” kata Ayu. “Kakak kegerahan dek” kata Melody.
Ayu pun langsung menarik selimut nya Melody dan Ahmad yang menutupi
tubuh mereka. “Kak Melo ! Kak Ahmad ! ternyata kalian beneran melakukan
nya” kata Ayu terkejut. Ahmad pun langsung menarik kembali selimut
tersebut dan langsung menutupi tubuh nya da Melody. “Adek ! jangan
kurang aja ya” kata Melody marah. “Asyikkk ! Sebentar lagi Ayu punya
adek bayi nih ! Horeeee ! ! !” kata Ayu kegirangan. Ahmad dan Melody
pun bingung apa yang di katakana oleh adik nya sendiri. “Sayang ! Kok
dia tau” bisik Ahmad. “Gak tau juga sayang” balas Melody.
“Ayu pengen bilang sama mama dan papa kalau kak Melo sudah punya anak”
kata Ayu langsung kabur. “Ayu ! Jangan di beritahu sama mama dan papa
dong” kata Melody teriak. Melody pun ingin mengejar Ayu tetapi tangan
nya di tarik oleh Ahmad. “Sudah lah sayang ! Biar kan saja” kata Ahmad.
“Tapi sayang, kalau orang tua ku tau gimana ! Pasti kita di marahi” kata
Melody. Tiba-tiba Ayu kembali ke kamar kakak nya. “Kak Melo sama Kak
Ahmad di cari kedua orang tua nya tuh di bawah” kata Ayu yang langsung
kembali kabur. “Astaga ! Kenapa orang tua mu juga ada di sini sayang”
kata Melody gugup. “Entah lah sayang ! Ya udah, kita ke bawah saya” kata
Ahmad.
Ahmad dan Melody pun menegenakan pakaian mereka. Setiba di sana, mereka
di sambut oleh kedua orang tua mereka. “Selamat pagi pengantin baru”
kata Kedua orang tua Melody dan Ahmad serentak. Wajah mereka berdua
memerah karena malu. “Ahmad ! apa benar kamu telah melakukan nya?” Tanya
Ayah Ahmad. “Ii..ii..iya pah” balas Ahmad terbata-bata. “Apa kamu
mengeluarkan nya di dalam?” Tanya Ayah Ahmad lagi. “Iya pah” kata Ahmad.
Ahmad takut nanti nya di bisa di marahi dan di bentak Ayah nya. “Kenapa
kamu melakukan nya kepada Melody? Kalian kan belum sah jadi suami
istri” kata Ayah Ahmad berdiri dan berhadapan dengan Ahmad.
“Nafsu lah yang telah mengalahkan Ahmad yah ! Dan, terjadi lah kejadian
itu ! Tetapi, aku dan Melody sudah berjanji tidak menyesali perbuatan
kami sendiri. Dan, Melody juga gak menyesal punya anak dari saya yah”
kata Ahmad dengan tegas nya. “Ya udah kalau begitu ! yang terjadi biar
lah jadi masa lalu dan kamu harus berjanji menjadi ayah yang bijaksana
kepada istri dan anak mu nanti kelak” kata Ayah Ahmad. “Kalian gak
marah?” Tanya Melody. “Buat apa kami marah sayang ! Kami sebagai orang
tua malah bahagia melihat anak nya juga bahagia” kata Ibu nya Ahmad.
“Iya sayang ! Benar kata Ibu nya Ahmad” ujar Ibu melody.
“Ahmad ! Apa kah kamu sudah siap menjadi seorang ayah untuk anak yang di
kandung Melody nanti?” Tanya Ayah Ahmad. “Saya sudah siap lahir dan
batin yah ! Hari pun, Ahmad sudah siap menjadi ayah dari Melody” kata
Ahmad dengan tegas nya. Mendengar perkataan Ahmad tadi membuat Melody
tersenyum dan terharu. “Nak Ahmad ! Janji adalah hutang ! kamu ngerti?”
Tanya Ayah nya Melody. “Iya Om ! Saya mengerti !” kata Ahmad. Ahmad pun
di hampiri kedua orang tua nya. “Sayang ! Ibu dan papa sudah merestui
hubungan kalian” kata Ibu Ahmad.
“Beneran Bu ! Pah?” Tanya Ahmad keget. “Iya Nak ! Kami sudah merestui
kalian berdua dan satu hal lagi” kata Ayah Ahmad. “Apa itu pah?” Tanya
Ahmad. “Berikan lah secepat nya kami cucu nak” kata Ayah Ahmad. “Iya yah
! Ahmad janji” kata Ahmad tersenyum dan memeluk kedua orang tua mereka.
“Mama dan papa kamu juga merestui hubungan kamu sama Ahmad nak” kata
Ibu Melody. “Makasih ya mah ! pah !” kata Melody memeluk kedua orang tua
nya dan juga adik nya. “Jadi, kapan kalian menikah?” Tanya Ayah Ahmad.
“Secepat nya pah” kata Ahmad dan Melody bersamaan. Semua
keluarga pun tertawa melihat kelakuan anak mereka. Siang hari nya, Ahmad
masih tinggal di rumah nya Melody. Ahmad dan Melody lagi bersantai di
halaman belakang rumah nya Melody. “Yang ! kalau nanti aku hamil, kamu
mau nya anak laki-laki atau perempuan?” Tanya Melody sambil memeluk
Ahmad. “Eeemmm, pengen nya sih perempuan ! kalau nanti anak laki-laki
juga gak papa” balas Ahmad. “Kalau nanti anak nya perempuan, mau ngasih
nama apa?” Tanya Melody. “Ada deh ! pengen tau aja” kata Ahmad mencubit
hidung Melody.
“Ih, jahat ! semoga aja nanti perempuan nya anak kita
sayang” kata Melody. “Aminnn!” kata Ahmad tersenyum. Tiba-tiba Ayu
datang menghampiri mereka berdua. “Ternyata di sini ! Kak Ahmad, kita
jalan-jalan yuk” kata Ayu memohon. “Jalan-jalan ke mana Ayu?” Tanya
Ahmad. “Jalan-jalan ke mall kak, mau ya ! pliss” kata Ayu memohon.
“Eeemmm, gimana ya” kata Ahmad berpikir. “Terima saja lah sayang !
kasian tuh raut wajah nya” kata Melody berbisik. “Yah udah deh ! Kak
Melo boleh kan ikut juga” Tanya Ahmad. “Boleh dong ! Makasih kak” kata
Ayu memeluk Ahmad dan Melody.
Mereka bertiga pun pergi jalan-jalan ke mall. Mereka bertiga seperti
sepasang keluar. Melody dan Ayu menuju toko perhiasan. “Wah, bagus
banget cincin dan kalung nya ya kak?” Tanya Ayu kagum. Melody tidak
menjawab pertanyaan adik nya. Melody terus memandangi perhiasan itu.
“Bagus banget cincin dan kalung itu ! Ingin sekali aku memakai nya saat
pertunangan nanti” kata Melody dalam hati. Tiba-tiba Ahmad mengejutkan
mereka berdua. “Hay ! apa yang kalian lakukan?” Tanya Ahmad. “Eh sayang !
gak papa kok” balas Melody terkejut. “Bohong kak Ahmad ! Kak Melo tadi
bengong terus ngeliatin cincin dan kalung itu” kata Ayu menunjuk.
Ahmad pun melihat cincin dan kalung yang di tunjuk Ayu itu. “Kamu mau
cincin dan kalung itu ya sayang?” Tanya Ahmad. “Gak kok sayang” balas
Melody. “Ku belikan saja cincin dan kalung itu buat pernikahan saya
nanti” kata Ahmad dalam hati. “Yah udah kalau gak mau ! Kita jalan lagi
yuk” ajak Ahmad. Mereka bertiga pun melanjutkan jalan-jalan mereka.
“Sayang ! Aku mau ke toilet dulu ya bentar” kata Ahmad. “Iya sayang !
Jangan lama-lama ya” kata Melody. Ahmad pun meninggalkan mereka berdua
ke toilet. Tetapi bukan ke toilet, tetapi dia kembali ke toko perhiasan
tadi. Ahmad pun membeli cincin dan kalung yang di sukai Melody tadi.
“Semoga aja Melody senang” kata Ahmad tersenyum.
Ahmad pun kembali. “Maaf ya sayang sudah menunggu lama” kata Ahmad. “Gak
kok sayang ! Kita jalan lalgi yuk” ajak Melody. Tanpa sepengetahuan
Melody, Ahmad sudah bikin kejutan buat Melody di mall tersebut.
Tiba-tiba Melody berhenti di tengah kerumunan orang banyak di mall
tersebut. Melody melihat di lantai dua ada spanduk yang bertuliskan
“WILL YOU MARRY ME MELODY”. Melody pun bingung melihat tulisan di atas.
“Sayang ! Apa maksud nya tulisan itu? Siapa yang bikin?’ Tanya Melody
bingung. Ahmad pun mulai berlutut di hadapan Melody.
Melody semakin bertambah bingung. “Apa yang kamu lakukan sayang?” Tanya
Melody bingung. “Aku lah yang bikin spanduk itu sayang” kata Ahmad
tersenyum. “Yang benar?” Tanya Melody. Ahmad pun mengeluarkan kotak
berwarna merah dan membuka nya dan ternyata isi nya adalah cincin yang
di sukai Melody tadi. “Aku tau kamu suka sama cincin ini. Aku juga tau
kamu meinginkan cincin ini di pertunangan kita nanti. Melody ! WILL YOU
MARRY ME” kata Ahmad. Melody pun meneteskan air mata nya dan dia
menyetujui ajakan Ahmad untuk menikahi nya. Ahmad pun memasangkan cincin
tersebut ke jari manis Melody. “Terima kasih ya sayang” kata Melody
langsung memeluk Ahmad. “Hore ! Akhir nya kak Ahmad dan Melody menikah”
teriak Ayu. Semua orang di mall tersebut tepuk tangan.
“Makasih ya sayang atas kejutan nya” kata Melody. “Iya ! kamu suka gak
sama cincin nya?” Tanya Ahmad. “Iya sayang” balas Melody. “Aku ada
hadiah lagi nih buat kamu” kata Ahmad.
“Hadiah apa lagi sayang?” Tanya Melody. Ahmad pun
mengeluarkan sebuah kalung emas di saku bajunya. “Ini kan yang kamu
suka?” Tanya Ahmad. “Indah sekali kalung nya ! Iya, aku suka banget
sayang” kata Melody kagum ditambah senang. “Aku pakai kan ya” kata
Ahmad. Ahmad pun memakai kan kalung tersebut di leher Melody. “Bagus
gak?” Tanya Ahmad tersenyum. “Bagus banget sayang ! Makasih sekali lagi
ya” kata Melody memeluk Ahmad. “Gimana dek Ayu, kak Melo cantik kan
pakai kalung tersebut?” Tanya Ahmad. “Cantik banget kak ! Kak Melo kaya
permaisuri aja” kata Ayu tersenyum.
“Yah udah, kita pulang dulu ya ! Nanti keburu malam” kata
Ahmad. “Iya sayang” kata Melody. Mereka pun pulang setelah seharian
jalan-jalan di mall tersebut. Sampai di rumah Melody, Mereka bertiga di
sambut oleh kedua orang tua mereka. “Ya ampun ! Suami istri ini baru
pulang jalan-jalan ya” canda ibu nya Ahmad. “Ah, biasa aja mah” kata
Ahmad tersenyum. Mereka semua masuk ke rumah. Mereka bersantai di ruang
tamu. “Oh Yah ! Ahmad mau bilang suatu nih” kata Ahmad. “Bilang apa
nak?” Tanya Ayah Ahmad. “Ahmad baru saja tadi melamar Melody menjadi
istri Ahmad” balas Ahmad dengan yakin nya.
“Wah, kalau gitu bagus dong ! itu baru anak nya papa” kata Ayah Ahmad
tersenyum bahagia. “Jadi pernikahan kalian kapan?” Tanya Ayah Melody.
“Secepatnya yah” balas Melody tersenyum. “Gimana, hari minggu aja” kata
Ibu nya Melody. “Wah ! bagus tuh jeng ! Gimana, kalian setuju gak?”
Tanya Ibu nya Ahmad. “Setuju aja sih mah, tapi pakaian pernikahan nya
kapan beli?” Tanya Ahmad. “Itu semua urusan Ibu sama Ayah mu ! Betul kan
Yah?” Tanya Ibu Ahmad. “Betul kata Ibu kamu Ahmad ! Segala urusan untuk
pernikahan kamu sama Melody biar kami dan orang tua nya Melody yang
nanggung” kata Ayah Ahmad dengan yakin nya.
“Terima kasih Yah sudah membantu kami berdua” kata Ahmad tersenyum. “Iya
! Sama-sama ! Terus, kartu undangan siapa yang mesan?” kata Ayah Ahmad.
“Biar kami aja Yah yang mesan ! Melo punya teman yang bisa memesan
undangan pernikahan” kata Melody. “Baik lah kalau itu mau mu” kata Ayah
Ahmad. “Sudah ! Kalian berdua istirahat saja dulu sana ! sekalian bawa
tuh adik mu, dia sudah tertidur pulas ! Biar kami yang mengurus semua
nya” kata Ayah Melody. “Terima kasih Pah ! Sayang, kita istirahat dulu
yuk” kata Melody. “Iya ! Aku anter adik mu tidur dulu ya” kata Ahmad.
“Iya sayang” kata Melody tersenyum.
Ke esokan hari nya, Ahmad bangun sangat pagi sekali. Ahmad terkejut
tidak melihat Melody di kamar nya. “Loh ! Melody kemana?” kata Ahmad.
Ahmad pun turun dari tempat tidur dan mencari Melody. Ahmad mencari di
seluruh ruangan tidak menemui Melody. Saat dia lewat dapur, Ahmad
menemui Melody lagi memasak. Ahmad pun berjalan mengedap-edap dan
langsung memeluk Melody dari belakang. “Ternyata di sini ya orang nya”
kata Ahmad. “Baru bangun ya sayang ! Maaf ya, tadi gak sempet bangunin
kamu” kata Melody. “Iya, gak papa kok ! Masak apa nih sayang?” Tanya
Ahmad. “Masakan kesukaan kamu lah, Nasi goring kan” kata Melody. “Wah,
pasti enak nih buatan istri” kata Ahmad bercanda.
“Hahaha, biasa aja ! Mandi dulu sana gih, baru habis mandi makan
bersama” kata Melody. “Iya sayang !” kata Ahmad sambil mencium pipi
Melody. 15 menit kemudian, Ahmad sudah selesai dengan mandi nya dan
berpakaian rapi. “Wah, banyak banget makanan nya” kata Ahmad. “Iya dong
kak ! masakan ini kan buatan nya kak Melo” kata Ayu sambil melahap makan
nya. “ Ayu ! kalau makan gak boleh berbicara” tegur Ibu nya Melody.
Semua nya pun makan dengan lahap nya. “Wah ! Kenyang banget ! Masakan
nya enak semua” kata Ahmad. “Hahaha ! Jangan makan terlalu banyak sayang
! nanti gemuk lagi” ejek Melody. “Yeh ! siapa yang makan nya banyak !
Tadi Cuma nambah satu kali aja kok” kata Ahmad. “Sudah kalian berdua ini
jangan ribut, belum nikah aja udah ribut” kata Ibu nya Ahmad. “kata nya
kalian hari ini mau memesan kartu undangan ! Kapan?” Tanya Ayah Ahmad.
“Oh iya, hampir lupa ! Mungkin sekarang pah ! Sayang, kita kerumah teman
mu itu yuk” ajak Ahmad.
“Iya sayang ! Ya udah, kami mau berangkat dulu ya Pah, Mah” kata Melody
pamit. “hti-hati di jalan ya” kata Ibu Melody. Ahmad dan melody pun
berangkat menuju rumah nya Ve untuk memesan kartu undangan. Setelah
sampai di rumah nya Ve, Ahmad pun langsung memarkirkan mobil nya di
pinggir rumah nya Ve. “Yuk, kita masuk sayang” ajak Melody. Melody
menekan bel rumah nya ve. Pintu nya pun terbuka. “Eh ! Melody sama Ahmad
! Masuk ke dalam yuk” ajak Ve. Sesampai di ruangan nya Ve, Ahmad dan
Melody mendapati teman nya yaitu Nara,Kinal,Stella dan lebih mengejutkan
lagi ada Cleo.
“loh ! Kinal,Nara,Stella dan Cleo juga ada di sini juga” kata
Ahmad. “Iya, kami lagi bantuin Ve bikin surat undangan nih” kata Kinal.
“Kalian tumben kemari, ada apa?” Tanya Ve. “Kami Cuma ingin memesan
undangan pernikahan aja” balas Melody. “Siapa yang menikah Mel?” Tanya
Stella. “Aku sama Ahmad yang akan menikah” balas Melody. “APA ! ! !
“Kata mereka berlima serentak. “Iya, kok kalian terkejut sih?” Tanya
Ahmad. “K k k kamu, mau menikah Ahmad?” Tanya Nara tidak percaya. “Iya
sob, gue akan menikahi melody” balas Ahmad tersenyum.
“Horeee ! akhir nya teman gue menikah juga” teriak Nara
sambil memeluk Ahmad. “Hahaha, niasa aja dong sob” kata Ahmad tertawa
melihat tingkah teman nya. “Selamat ya Melody, kamu akan segera menikah”
kata Ve sambil memeluk Melody. “Iya Ve, terima kasih ya” kata Melody
tersenyum. “Kapan kamu menikah Mel?” Tanya Kinal. “Hari minggu ini Kin,
kamu nanti datang ya ke pernikahan ku dan ajak juga teman-teman mu” kata
Melody. “Iya, aku pasti datang kok Mel” kata Kinal tersenyum. “Berarti
tinggal 3 hari saja lagi, Ayo teman-teman kita bantu Ahmad dan Melody
untuk bikin undangan pernikahan mereka berdua” kata Ve teriak. “Ayo ! ! !
“ kata Mereka serentak.
“Terima kasih ya semua sudah mau bantu untuk bikin undangan nya, tapi
maaf ya aku gak bisa bantu kalian ! Aku dan Ahmad masih ada yang ingin
di urus lagi” kata Melody. “Gak papa kok Mel, kami sebagai teman mu akan
selalu berusaha membantu kamu” kata Ve. “Ya udah kalau gitu, Aku dan
Melody pergi dulu ya” kata Ahmad pamit. “Iya ! Hati-hati di jalan ya”
kata Stella. Ahmad dan Melody pun pamit dengan teman-teman nya. “Sayang,
habis ini kita mau kemana lagi?” Tanya Melody. “Kita pulang aja dulu
gih, supaya nanti saat penikahan tidak kecapean” balas Ahmad.
Di belakang halaman rumah Ve, Cleo duduk menyendiri di sana. “Apakah
secepat ini Ahmad akan menikah. Apakah secepat ini juga aku akan
kehilangan Ahmad selama nya” kata Cleo dalam hati. Cleo pun meneteskan
air mata nya. Tiba-tiba, Cleo di kejutkan oleh kehadiran Stella. “Cleo !
Kok kamu nangis, ada apa?” Tanya Stella bingung. Cleo pun terkejut dan
langsung menghapus air mata nya. “Aku gak nangis kok Stel, Cuma
kelilipan aja kok” kata Cleo berbohong. “Beneran nih kamu gak apa-apa?”
Tanya Stella lagi. “Iya Stella, aku gak kenapa-napa kok” kata Cleo
meyakinkan.
“Ya udah ! Eh, sebentar lagi Ahmad dan Melody menikah loh ! Kamu mau
bawa apa nanti nya?” Tanya Stella. Cleo pun terdiam mendengar perkataan
Stella. Stella bingung melihat Cleo yang tidak menjawab pertanyaan nya
tadi. “Cleo ! Cleo ! Cleo” kata Stella memanggil berulang kali. Cleo pun
tetap tidak mendengar panggilan Stella. “Cleoooo ! ! ! !” teriak
Stella. “Hahh ! ! ada apa Stel?” Tanya Cleo terkejut. “Kamu ini dengar
gak sih tadi aku ngomong apa?” Tanya Stella. “Maaf, aku gak dengar Stel !
Mohon di ulangin lagi perkataan kamu tadi” kata Cleo. “Kata aku ! Kamu
mau bawa apa di pernikahan nya Ahmad dan Melody nanti?” Ujar Stella.
“Eeemmm, bawa apa ya ! Gak tau aku Stel” kata Cleo garuk kepala. “Gimana
kita beliin baju bayi aja untuk anak nya Melody bilan] nanti hamil !
Gimana?” Tanya Stella. “Terserah kamu deh” kata Cleo meninggalkan
Stella. “Dasar Cleo, kerjaan nya selalu ninggalin orang” kata Stella
kesal. Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba di mana pernikahan nya
Ahmad dengan Melody. Di kediaman Melody sudah ramai orang yang menata
tempat untuk pernikahan nya. Sementara itu, Melody masih berada di dalam
kamar nya. “Wah,anak mama cantik sekali pakai gaun ini” kata Mama
Melody kagum.
“Makasih ya mah ! Aku sangat bahagia sekali hari ini” kata Melody
tersenyum. “Iya, mama juga bahagia melihat kamu sekarang yang ingin
menikah ! Ingat ya nak, ini adalah pernikahan pertama sekaligus
pernikahan terakhirmu” kata Mama Melody. “Iya mah, aku harap juga
begitu” kata Melody. Di kediaman nya Ahmad sudah ramai seluruh keluarga
Ahmad menyambut pernikahan nya Ahmad. “Yah, gimana dengan jas yang ini”
kata Ahmad memperlihatkan jas baru nya. “Wah, bagus dan rapi sekali nak !
Pasti Melody kagum melihat kamu berpakaian ini” kata Ayah Ahmad.
“Hahaha, ayah jangan terlalu memuji” Kata Ahmad tertawa.
“Ya udah, ayo kita berangkat ! Seluruh keluarga Melody dan Melody nya
sudah sampai di hotel tersebut” kata Ayah Ahmad. “Ya udah, Aku naik
mobil sendiri aja yap ah” kata Ahmad. “Kok sendiri sih Nak, gak sama
Papah Mamah?” Tanya Ayah Ahmad. “Gak usah lah pah, mobil itu kan khusus
untuk aku dan istri ku” kata Ahmad. “Iya iya ! ayo kita pergi” Ajak Ayah
Ahmad. Semua keluarga Ahmad beserta Ahmad pergi menuju hotel berbintang
lima yang mereka pesan untuk pernikahan Ahmad dan Melody. Di tempat
pernikahan, Melody merasa gugup saat-saat pernikahan nya. “Kamu jangan
gugup dulu dong Mel, kamu bawa happy aja lagi” kata Kinal. “Iya Kin
makasih ya, tetapi kok hati ku merasa gak enak ya” kata Melody. “Gk enak
kenapa Mel?” Tanya Ve.
“Batin ku merasa ada sesuatu hal yang menimpa suami ku” kata
Melody cemas. “Mungkin itu factor karena kamu gugup Mel ! Sudah, di bawa
happy aja dong” kata Stella menyemangati. “Semoga aja gak ada hal buruk
yang menimpa suami ku ya allah” kata Melody dalam hati. Diperjalanan,
Ahmad menyetir dengan suasana kebahagiaan. Ahmad lalu mengambil sesuatu
di saku celana nya. Ternyata sebuah kotak kecil berwarna merah yang isi
nya cincin pertungan nya. Ahmad memandangi cincin tersebut. “Gak sabar
ingin memakaikan cincin ini di jari nya Melody” kata Ahmad dalam hati.
Terlalu asik memandangi cincin tersebut, Ahmad tidak melihat
ada sebuah mobil tronton yang lewat di hadapan nya. Ahmad pun kaget dan
langsung membanting stir mobil nya kea rah kanan tetapi Ahmad tidak
bisa menyeimbangi nya dan mobil Ahmad pun terguling sejauh 4 meter.
Seluruh keluarga Ahmad pun kaget dan langsung menghampiri Ahmad. Ahmad
terluka sangat parah di bagian kepala nya dan darah nya banyak sekali
yang keluar. “Ya ampun Ahmad, kamu gak papa sayang ! Ayah, cepat bawa
Ahmad ke rumah sakit” Kata Ibu nya Ahmad. Seluruh keluarga pun
mengantarkan Ahmad ke rumah sakit terdekat.
Di tempat resepsi, Seluruh keluarga Melody masih menunggu kedatangan
Ahmad dan Seluruh keluarga nya. “Bu, kok Ahmad dan keluarga nya belum
datang ya ! Semua undangan sudah pada nunggu” kata Ayah Melody. “Iya ya,
kok lama sekali ! Semoga aja gak kenapa-napa ya mereka” kata Ibu Melody
cemas. Melody pun menghampiri kedua orang tua nya. “Ayah, Ibu ! Ada
kabar dari Ahmad dan keluarga nya belum?” Tanya Melody cemas. “Ayah dan
Ibu kamu juga gak tau nak ! Kamu yang sabar ya dulu” kata Ayah
menasehati Melody. Tiba-tiba handphone Ayah nya Melody berbunyi.
“Kkkrriinnkkk ! Hallo Ayah Ahmad, kaian dimana sekarang?” Tanya Ayah
Melody. “Musibah menimpa anak kita, Ahmad mengalami kecelakaan” balas
Ayah Ahmad.
“Apa ! Jadi, sekarang Ahmad di mana?” Tanya Ayah Melody kaget. “Di rumah
sakit adi sucipto” balas Ayah Ahmad. “Baiklah, kami akan segera ke sana
sekarang” kata Ayah Melody menutup handphone nya. Ayah Melody pun
terdiam mendengar menantu nya terkena musibah kecelakaan. “Ayah, apa
yang terjadi sama suami ku?” Tanya Melody cemas. “Suami mu nak” kata
Ayah Melody terpotong. “Apa yang terjadi sama suami ku ayah? Tolong
jawab?” Tanya Melody bersikeras. “Suami mu kecelakaan nak” balas Ayah
Melody tertunduk. “Apa ! Ini gak mungkin yah, Ahmad gak mungkin
kecelakaan” kata Melody teriak histeris. Melody pun tidak bisa menahan
air mata nya karena mendengar bahwa suami nya kecelakaan. Tiba-tiba,
Melody pun pingsan.
“Eh kalian, bawa Melody ke kamar nya” kata Ayah Melody pada teman nya
Melody. “Duh, gimana nih pah ! Semua orang sudah pada menunggu” kata Ibu
Melody. “Sebaiknya kita batalin aja dulu” kata Ayah Ahmad. Sementara
itu di kamar Melody, Melody masih pingsan. “Kasian ya Melody, suami nya
terkena musibah” kata Kinal prihatin. Tiba-tiba, Melody pun terbangun
dari pingsan nya tadi. “Aku ada di mana sekarang?” kata Melody bangun.
“Kmau berada di kamar kamu Mel” kata Ve. “Suami ku di mana? Sumai ku
dimana?” teriak Melody.
“Kak Ahmad di rumah sakit kak” balas Ayu. Melody pun kembali menangis
tersedu-sedu. “Kakak yang sabar ya” kata Ayu memeluk Melody. Ayah dan
Ibu menghampiri Melody. “Kamu yang sabar ya nak, mari kita jenguk Ahmad
di rumah sakit” Kata Ayah melody. Melody pun mengangguk. Melody dan
keluarganya beserta teman dekat nya menuju rumah sakit. Sesampai di
sana, Ayah melody menanyai ruangan yang di diami Ahmad. Sesampai di
kamar yang di tuju, mereka menemui orang tua nya Ahmad. Melody pun
berlari menuju ruanag tersebut tetapi di cegah oleh Ayah Ahmad. “Lepasin
aku Yah, aku mau melihat suami ku” kata Melody berontak.
“Kamu tidak boleh masuk nak, suami mu masih di periksa” kata Ayah Ahmad.
“Tidak yah, aku mau tetap melihat kondisi suami ku” kata Melody
bersikeras. Tiba-tiba, seorang dokter pun keluar dari ruangan tersebut.
“Dok, gimana keadaan suami saya dok?” Tanya Melody. “Anda siapa ya?”
Tanya Dokter itu. “Saya istri nya dok, gimana kondisi suami saya? Dia
baik-baik aja kan dok?” Tanya Melody. “Kami semua sudah berusaha semampu
kami, tetapi maaf……..
…..Suami anda tidak bisa kami tolong” kata Dokter tersebut.
Melody kaget mendengar nya dan Melody pun menangis karena tidak kuasa
mendengar kepergian calon suami nya itu. Seluruh keluarga dan
teman-teman nya pun juga ikut bersedih mendengar nya. Sampai-sampai ibu
nya Ahmad pingsan. “Sus, cepat bawa Ibu ini ke UGD” perintah dokter.
“Baik dok” balas suster. “Maaf ya pak, kami segenap dokter yang
menangani anak anda berduka cita atas kepergian anak anda ! Kami tadi
sudah berusahan menyelamatkan anak anda, tetapi sia-sia karena
perndarahan di kepala nya sangat banyak sekali ! Sekali lagi kami minta
maaf pak” kata Dokter.
“Iya dok, saya paham maksud anda” balas Ayah Ahmad seraya
menetskan air matanya. Melody yang dari tadi menangis tersandar di
dinding rumah sakit itu. “Kak Melo yang tabah ya, kita relakan saja Kak
Ahmad pergi” Kata Ayu yang juga ikutan menangis. “Kakak gak sanggup
melepas Kak Ahmad dek, kakak sudah terlanjur sayang dan cinta kepada
nya” kata Melody menangis. “Betul yang di kata kan adik mu sayang, kita
relakan saja kepergian suami mu itu ! Kita berdoa agar arwah nya di
terima di sisi nya dan di tempatkan di tempat yang layak bagi nya” Kata
Ibu Melody memeluk Melody.
“Betul kata Ibu mu nak” kata Ayah Melody juga menangis. Jenazah nya
Ahmad di antar ke kamar mayat oleh suster lain nya. “Kamu di sini dulu
ya sayang, Ayah mau berbincang sama dokter dulu” kata Ayah Melody.
Nara,Kinal,Ve dan Stella mendekati Melody. “Kamu yang sabar ya Mel” kata
Kinal memeluk Melody. “Kita berdoa semoga Ahmad tenang di alam sana yam
el” kata Ve yang juga ikutan menangis. “Selamat tinggal bro, gue akan
selalu ingat kenangan indah kita waktu dulu bersama sebagai seorang
sahabat sejati” Kata Nara menangis.
Melody pun bangkit dan pergi meninggalkan teman nya dan adik nya. “Kak
Melo mau kemana kak?” Tanya Ayu mengejar kakak nya. Melody pun tidak
membalas pertanyaan adik nya. Dia terus berjalan sambil meneteskan air
mata nya. Dan Melody sudah sampai di depan kamar jenazah. Melody pun
mendorong pintu tersebut. Melody melihat ada seorang dokter dan suster
yang ingin mengkafani jenazah suami nya itu. “Maaf dok, bolehkan saya
melihat jenazah suami saya untuk terakhir kali nya” Kata Melody memohon.
“Baiklah, kami tinggal dulu ya” Kata dokter itu meninggalkan kamar
mayat tersebut. Melody pun mendekati jenazah suami nya itu. Melody pun
mengelus wajah suami nya itu untuk yang terakhir kali nya.
“Kenapa kamu tega meninggalkan aku sayang, bukan kah kita telah berjanji
untuk membikin rumah tangga kita” kata Melody sambil mengelus wajah
Ahmad. “Sayang ! Ayo bangun sayang, aku gak bisa hidup tanpamu ! Kamu
lupa ya janin yang ada di Rahim ku ini adalah anak kita nanti nya
sayang” kata Melody menetskan kembali air mata nya. Tangisan Melody
semakin menjadi-jadi sampai-sampai tetesan air mata nya itu menetes
tepat di mata nya Ahmad. “Semoga kamu tenang di alam sana sayang ku”
kata Melody mencium kening suami nya untuk terakhir kali nya. Tiba-tiba,
jari tangan nya Ahmad sedikit bergerak. Melody yang melihat itu
langsung terkejut. “Sayang, kamu masih hidup” kata Melody kaget.
Tiba-tiba, Ahmad pun membukakan mata nya. “Sayang, kamu masih hidup”
kata Melody memeluk Ahmad. “Iya sayang, ini berkat tetesan air mata mu
tadi yang sudah membuat aku terhidup kembali” kata Ahmad tersenyum.
Melody pun berteriak memanggil dokter. “Dokter, Suami ku masih hidup”
teriak Melody. Dokter dan suster pun bergegas menemui Ahmad. “Apa ! Ini
gak bisa di percaya, Ahmad tersadar kembali” kata Dokter kaget. “Cepat
dok bantu suami saya, detak jantung dan nafas nya masih belum beraturan”
perintah Melody. “Baik ! Sus, bantu saya mengantarkan nya ke ruang ICU”
kata Dokter.
Ahmad pun kembali di periksa di ruang ICU untuk memastikan kondisi nya
stabil. Kedua orang tua nya Ahmad dan Melody pun menemui Melody,Ayu dan
teman-teman nya. “Pah Mah, Suami ku masih sadar” kata Melody tersenyum.
“Apa ! Benarkah itu sayang ! Alhamdulillah, terima kasih ya tuhan engkau
masih mengijinkan anak saya hidup” kata Ibu Ahmad. “Alhamdulillah,
allah mengasih mukjizat kepada Ahmad” kata Ayah Ahmad tersenyum. “Horeee
! Kak Ahmad masih hidup” teriak Ayu bahagia. Dokter pun keluar dari
ruangan tersebut. “Dok, gimana keadaan suami saya dok?” Tanya Melody
penasaran. “Ini adalah mukjizat dari yang maha kuasa, Suami kamu sudah
terhidup kembali seperti manusia normal” Balas dokter tersenyum.
“Alhamdulillah, bolehkan saya melihat kondisi suami saya dok?” Tanya
Melody. “Silahkan” kata Dokter mempersilahkan. Melody pun melihat
kondisi suami nya itu. “Sayang” kata Melody. “Istri ku, kemarilah” kata
Ahmad. Melody pun langsung menghampiri Ahmad dan langsung memeluk nya.
“Aku kangen kamu istri ku yang cerewet” kata Ahmad. “Aku juga kangen
suami ku yang bawel” kata Melody. Mereka berdua pun tertawa bersama
menikmati kebahagiaan. Pada hari itu juga, Ahmad dan Melody
melangsungkan pernikahan di rumah sakit dengan di hadiri orang tua dan
teman-teman nya.
Ahmad pun mengucapkan ijab qabul dengan lancer nya. Ahmad memakai kan
cincin ke jari Melody begitu juga sebalik nya. Kini Ahmad dan Melody
sudah sah menjadi suami istri. 2 tahun kemudian, Ahmad sudah menjadi
pengusaha yang sukses mengikuti jejak Ayah nya. Kini, Ahmad mempunyai
rumah besar dan mewah untuk di diami oleh istri dan anak pertamanya yang
bernama AMEL NURRAMDHANI KURNIAWAN. AMEL diambil dari nama mereka
berdua yaitu AHMAD dan MELODY. Ahmad pun juga memiliki asisten cerewet
dan bawel tidak lain tidak bukan adalah adik ipar nya sendiri NABILAH
RATNA AYU AZALIA. Kini, Ahmad dan Melody hidup bahagia selama nya sampai
nenek kakek sampai ajal memisahkan mereka berdua.
ENDING :)
bonus pict biar greget

Tidak ada komentar:
Posting Komentar